Breaking News
Polhukam

Politisi Demokrat Tuduh Penyiram Novel Pengecut

×

Politisi Demokrat Tuduh Penyiram Novel Pengecut

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM– Tindakan kekerasan berupa penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan orang tidak bertanggung jawab merupakan tidakan beradab.

“Kami sangat sedih, marah dan mengutuk keras tindakan pengecut yang tidak beradab dan sangat biadab yang telah dilakukan terhadap Novel Baswedan,” kata Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat (PD), Didi Irawadi Syamsuddin kepada Parlementaria.com, Selasa (11/4).

Dikatakan anggota Komisi III DPR RI 2009-2014 itu, kekerasan terhadap Novel adalah bentuk perlawanan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab terhadap upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan pemerintah. “Mereka yang melakukan kekerasan seperti itu, tidak ingin negeri ini bersih dari korupsi yang merugikan rakyat,” kata politisi partai berlambang Bintang Mercy tersebut.

Putra Menteri Hukum dan HAM 2009-2014 ini meminta aparat kepolisian segera mengusut tuntas pelaku kekerasan itu dan mengganjarnya dengan hukuman berat. “Pelaku jangan sampai lolos, sehingga siapa yang menjadi dalang dari perbuatan biadab dan keji ini bisa diseret ke meja hijau segera.”

Pada kesempatan terpisah, Ketua Gerakan Anti Korupsi (GAK) Lintas Perguruan Tinggi, Rudy Johannes mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun tangan memimpin penanggulangan korupsi di tingkat elite politik Indonesia menyusul kasus penyiraman air keras terhadap Novel. “Kami meminta Jokowi turun tangan. Karena kewibawaan negara saat ini telah ditantang oleh para koruptor,” kata Rudy.

Dia mengutuk operator dan otak pelaku penyerangan Novel. “Kuat diduga kejadian ini terkait kasus e-KTP yang sedang ditanganinya. Kami mendukung KPK terus melanjutkan pengusutan kasus e-KTP secara tuntas,” kata Rudy.

Dia berharap Jokowi segera mengambil tindakan tegas dan mengerahkan seluruh aparat penegak hukum untuk mengungkap pelaku dan dalang dalam peristiwa ini secara tuntas. “Kami mengimbau segenap elemen masyarakat untuk merapatkan barisan dan bekerja sama dalam memberantas korupsi yang menjadi akar ketimpangan dan kemiskinan di negeri ini.”

Seperti diberitakan, Novel disiram air keras sepulang sholat subuh di dekat kediamannya, Selasa (11/4). Istri Novel mengatakan suaminya disiram air keras di dekat rumah.

Pelaku menyiramkan air keras ke Novel dari sepeda motornya saat Novel menengok ke belakang. Air keras itu mengenai sebagian wajah dan mata dan menyebabkan Novel harus dirawat di rumah sakit. Hingga saat ini Novel dalam kondisi sadar.

Novel adalah salah satu penyidik senior KPK yang antara lain menangani kasus korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Sebelumnya Novel mengalami kecelakaan di Nusa Tenggara Barat saat menyidik kasus tersebut. Novel juga pernah menghadapi kriminalisasi saat menyidik kasus simulator kendaraan untuk pelayanan pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM). (art)

Komentar