Breaking News
Polhukam

Parlemen Prancis Dukung Hukuman Mati di Indonesia

×

Parlemen Prancis Dukung Hukuman Mati di Indonesia

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM– Ketua Grup Kerjasama Bilateral (GKSB) Parlemen Prancis-Indonesia, Jean Jacques Guillet pihaknya mendukung hukuman mati yang diterapkan pemerintah Indonesia.

“Jika Jerman memberi dukungan hukuman mati, kami dari Parlemen Prancis juga mendukung langkah hukuman mati yang dilakukan di Indonesia,” kata Jean Jacques Guillet saat bertatap muka dengan Ketua DPR RI, Setya Novanto di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (29/3).

Dukungan hukuman mati itu diberikan parlemen Prancis baik itu menyangkut bandar narkotika dan obat-obat terlarang (Narkoba) maupun tindak pidana terorisme. “Kami mendukung dan menghormati hukuman mati yang berlaku di Indonesia,” kata Jacques.

Ketua DPR RI, Setya Novanto menerima Jean Jacques Guillet di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta bersamaan dengan kunjungan Presiden Perancis, Francois Hollande ke Indonesia yang diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Rabu (29/3) siang. Kedua kunjungan ini memiliki arti strategis dalam peningkatan hubungan bilateral kedua negara.

“Sejak ditandatanganinya kemitraan strategis Indonesia-Perancis Juli 2011, saya melihat hubungan bilateral kedua negara terus mengalami peningkatan. DPR RI menyambut baik berbagai kesepakatan yang akan dihasilkan kedua negara di saat kunjungan Presiden Perancis ke Indonesia kali ini,” kata Setya Novanto.

Sebagai bagian dari diplomasi parlemen, kata Ketua Umum DPP Partai Golkar itu, pihaknya mendorong kedua negara terus meningkatkan kerja sama sesuai potensi masing-masing. Di bidang ekonomi, nilai perdagangan kedua negara tahun lalu mencapai 2,34 miliar US dollar.

“Kerjasama ini perlu kita tingkatkan. Investasi Perancis di Indonesia 2016 mencapai 109 juta US dollar, tersebar di 424 proyek. Saya berharap nilai ini akan terus meningkat, seiring peningkatan hubungan baik kedua negara.”

Setya Novanto juga meminta Perancis terus memberikan kemudahan bagi industri kita agar bisa memasarkan sejumlah komoditas disana sehingga nilai ekspor Indonesia ke Perancis terus meningkat. Ekspor Indonesia ke Prancis yang mencapai USD 972 juta meliputi mesin elektronik, alas kaki, karet dan produk karet, furniture, pakaian, aksesoris, kopi, teh dan rempah-rempah. (art)

Komentar