Breaking News
Polhukam

DPR: Indonesia Miliki Daya Tarik Buat Saudi Arabia

×

DPR: Indonesia Miliki Daya Tarik Buat Saudi Arabia

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dengan rombongan lebih dari 1.500 orang termasuk 10 menteri dan 25 pangeran ke Indonesia tidak hanya peristiwa bersejarah buat kedua negara tetapi juga menunjukkan Indonesia memiliki daya tarik sangat tinggi buat Kerajaan Arab Saudi.

“Kunjungan Raja Salman ini adalah kunjungan Raja Kerajaan Arab Saudi yang pertama setelah 46 tahun lalu, Raja Faisal berkunjung ke Indonesia,” kata Wakil Ketua MPR RI, Taufik Kurniawan melalui pernyataan tertulisnya yang diterima Parlementaria,com, Senin (27/2).

Menurut politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia sangat potensial, bukan hanya dari perspektif budaya, tapi juga sosial, politik, ekonomi, serta pertahanan dan keamanan. “Posisi itu harus dimanfaatkan untuk kepentingan Indonesia dalam percaturan global, khususnya dengan negara-negara besar dan maju, seperti Arab Saudi.”

Wakil Ketua DPR RI Bidang Ekonomi dan Keuangan ini menjelaskan, banyak hal yang akan dibicarakan dalam kunjungan itu menyangkut kepentingan kerja sama kedua belah pihak, seperti perjanjian kerja sama investasi. “Ini kesempatan penting dalam perspektif ekonomi. Arab Saudi sudah mewacanakan kerja sama investasi sebelumnya dengan nilai kerja sama yang hampir mencapai 300 triliun,” kata Taufik.

Kerja sama ini sangat menguntungkan, karena potensi investasi di Indonesia begitu besar.
Rencana investasi dari Arab Saudi itu sejalan dengan program Presiden Joko Widodo yang sedang menggalakkan aspek investasi untuk menumbuhkan perekonomian dalam negeri.

Soal tenaga kerja, kata Taufik, jutaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mencari nafkah di Arab Saudi yang menguntungkan kedua pihak. Dalam konteks, kerja sama soal TKI meski ada berbagai persoalan, harus memperoleh perhatian, khususnya keamanan, perlindungan dan kesejahteraan agar hubungan simbiosis ini dapat tetap menguntungkan Arab Saudi dan Indonesia

Sebagai negara muslim terbesar, kata Taufik, Indonesia mengirimkan jemaah haji terbesar dalam setiap musim haji ke Arab Saudi. “Karena itu, wajar Indonesia meminta penambahan kuota yang selama ini telah ada. Apalagi setelah perluasan Masjid Haram di Makkah dan beberapa destinasi ibadah lainnya di wilayah tersebut.”

Kuota haji Indonesia sebelum Masjidil Haram di renovasi 2013 mencapai 211.000 jemaah. Ketika Masjidil Haram di renovasi, kuota haji dikurangi menjadi 158.000 jemaah dan akan dikembalikan menjadi 211.000 jemaah mulai musim haji 2017. Pemerintah Arab Saudi juga menjanjikan kuota tambahan 10.000 menjadi 221.000. “Bahkan, dapat lebih dari itu.”

Keempat, Indonesia sebagai negara demokrasi, dapat memanfaatkan kunjungan ini untuk membicarakan peran Indonesia dan Arab Saudi dalam meredakan ketegangan konflik di negara-negara Muslim, serta memberi kontribusi bagi solusi terhadap ancaman terorisme, khususnya menekan paham-paham radikal.

Taufik berharap, kunjungan Raja Salman ini bukan sekedar seremonial belaka, apalagi sekedar menggelar karpet merah untuk penguasa Arab tersebut. “Indonesia menghormati kedatangan mereka dan memberikan apresiasi karena kunjungan tersebut dengan jangka waktu cukup lama di Indonesia,” demikian Taufik Kurniawan. (art)

Komentar