Breaking News
Polhukam

Jamiluddin Ritonga: Kapolri Sudah Layak Diganti Agar Polisi Lebih Humanis

×

Jamiluddin Ritonga: Kapolri Sudah Layak Diganti Agar Polisi Lebih Humanis

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM – Pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga berpandangan bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah saatnya mengganti Jenderal Listyo Sigit sebagai Kapolri.

Dia menyebutakan dua pertimbangannya. Pertama, penanganan demo belakangan ini cenderung represif. Hal ini tidak sejalan dengan prinsif polisi sebagai pengayom masyarakat.

“Polisi sebagai pengayom masyarakat seharusnya mengedepankan pendekatan persuasif. Pendekatan ini harusnya digunakan dalam penanganan demonstrasi dan kasus-kasus keamanan lainnya,” kata Jamil kepada media ini, Selasa (15/9/2025).

Dengan begitu polisi tidak menganggap masyarakat sebagai musuh. Masyarakat seharusnya dilindungi keamanannya agar tetap nyaman dalam beraktifitas, termasuk demonstrasi yang bertujuan menyampaikan aspirasi.

“Dalam hal ini Kapolri Listyo Sigit tampaknya kurang berhasil. Polisi dalam banyak kasus masih abai menerapkan pendekatan persuasif dalam menangani demonstrasi,” kata Jamil.

Kedua, Listyo Sigit sudah empat tahun menjadi Kapolri. Ini artinya, Listyo Sigit termasuk menjabat Kapolri terlama di Indonesia. Karena itu, perlu penyegaran ditubuh Kapolri agar tidak terjebak pada rutinitas.

“Kapolri perlu diganti agar muncul inovasi dalam berbagai kebijakan yang membuat Polri lebih adaptif dalam mengikuti langgam demokrasi di tanah air,” katanya.

Setidaknya agar pendekatan Polri dalam mengayomi masyarakat lebih sesuai dengan tuntutan demokrasi. Paling tidak Polri perlu mengubah pendekatan militeristik ke pendekatan human agar lebih persuasif.

Untuk itu, diperlukan sosok Kapolri yang lebih memahami tuntutan keterbukaan dan demokratisasi. Karena itu, kalau memang betul Prabowo ingin mencopot Kapolri Listyo Sigit, tentu sangat diapresiasi.

“Prinsipnya semakin cepat semakin baik. Harapannya tentu agar polisi mendatang lebih humanis dan ramah sebagai pengayom masyarakat,” kata mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta. (*)

Komentar