Polhukam

Menang Pilpres dengan Cara Tak Baik Akan Dapatkan Pemimpin yang Buruk

PARLEMENTARIA.COM – Ketua Fraksi PKB di MPR Abdul Kadir Karding mengatakan, tujuan pilpres adalah memilih pemimpin untuk mensejahterakan. Karena itu jangan dinodai dengan dengan cara-cara memfitnah, menyebarkan berita bohong atau hoax, menghujat dna melakukan ujaran kebencian secara terus menerus.

“Menang dengan cara-cara tidak baik akan menghasilkan pemimpin buruk atau yang tidak baik pula.  Jadi mari kita menang dengan cara-cara yang baik dan kepemimpinan nasional diisi oleh orang-orang baik, politik diisi oleh orang-orang baik,” kata Karding dalam diskusi “Menjaga Kebhinekaan dalam Kampanye Capres”, di Media Center MPR/DPR, Jumat (28/9/2018).

Dikatakan, Pilpres ini harus dijaga, jangan sampai tujuan sesungguhnya adalah membangun persatuan dan menjaga kebhinekaan, hilang gara-gara stres pilpres. Jangan gara-gara pilihan politik diekspresikan berlebihan. Mari kita jaga kebhinekaan kita, persatuan kita, persaudaraan kita sesama bangsa,” ujarnya.

Karding mengatakan, dirinya di setiap kesempatan selalu menghimbau untuk berkampanye dengan mengedepankan hal yang positif, jangan suka provokatif, menyampaikan statement tanpa data.

“Pilpres ini harus didorong menjadi ajang edukasi politik bagi masyarakat kita. Mari kita berpilpres dengan riang gembira, santai-santai saja. Kita kedepankan apa yang dimiliki paslon, bagaimana programnya, bagaimana harapan-harapan yang dijanjikan untuk masa depan jika dia berkuasa,” kata Karding.

Meski demikian kata Karding, tim siber pasangan calon seenaknya sendiri dan tidak terkontrol. “Ini PR kita bagaimana tim siber, baik Pak Jokowi maupun Pak Prabowo tidak ngawur. Harus ada keberanian untuk menindak, secara internal dan menyerahkan ke hukum bila memang ada tim tim atau kelompok atau orang yang apa namanya berusaha membangun persepsi menang dengan cara-cara yang tidak baik,” kata Karding.

Sementara itu, anggota Fraksi PKS di MPR Jazuli Juwaini mengatakan, menghentikan penyebaran berita bohong atau hoax menjadi tanggung jawab bersama. “Perbedaan itu satu keniscayaan dan puncaknya kenikmatan itu ketika orang dapat ruang bebas untuk memilih. Di situlah sesungguhnya hak asasi manusia, ketika orang punya hak bebas memilih paling membuat orang bahagia di dunia ini,” jelasnya.

Dia berharap, tim sukses kedua pasang calon berupaya untuk meyakinkan publik bahwa yang paling bagus itu satu kewajaran. “Jangan memasarkan jagonya dengan yang bagus dengan menginjak jago orang lain. Saya kira ini yang perlu harus diperhatikan untuk tidak dilakukan,” kata Jazuli.

Pembicara lainnya dalam diskusi tersebut adalah Ady Prayitno, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. (chan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top