Polhukam

Kinerja DPR Membaik

PARLEMENTARIA.COM – Charta Politika merilis hasil survei kinerja DPR RI di bawah kepemimpinan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Hasilnya, responden yang menilai DPR RI lebih terbuka mencapai 38,8 persen. DPR RI di bawah kepemimpinan Bambang Soesatyo juga kinerjanya dinilai membaik. Responden yang menilai kinerja DPR RI semakin baik sebanyak 34,8 persen.

Manajer Riset Charta Politika Muslim Tanja mengatakan, didapatnya angka tersebut dikarenakan DPR RI di tangan Bamsoet, sapaan akrab Ketua DPR RI itu, menjadi lebih terbuka. Muslim menyampaikan, meskipun ada perbaikan persepsi publik terhadap keterbukaan dan kinerja DPR RI, namun masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan oleh DPR RI.

“Di masa jabatan yang kurang dari setahun, Bamsoet sudah bisa meraih kepercayaan rakyat. Masyarakat kini bisa lebih mudah meninjau pekerjaan DPR,” kata Muslim dalam rilis survei Charta Politika bersama Asumsi di kawasan Pakubuwono, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/8/2018).

Bamsoet pun mengapresiasi hasil survei tersebut. Survei tersebut menunjukkan adanya perbaikan kinerja parlemen. Ia mengatakan, DPR terus berupaya membuka diri seperti dengan meluncurkan aplikasi “DPR Now” yang dapat di-instal di App Store maupun Google Play beberapa waktu lalu. Melalui aplikasi tersebut masyarakat dapat mengakses berbagai informasi di DPR termasuk sidang yang dinyatakan terbuka.

“Tentunya saya merasa senang dengan hasil tersebut. Itu bisa membuktikan kalau kami itu mulai memiliki citra yang lebih baik di mata masyarakat,” kata Bamsoet, yang dilantik menjadi Ketua DPR RI pada 15 Januari 2018 lalu.

Bamsoet mengakui bahwa setiap hari dirinya menyebarkan tanggapannya ke para awak media terhadap sejumlah masalah atau peristiwa terkini. “Ketika ada impor gula misalnya, saya merespons, saya meminta komisi terkait untuk meminta keterangan mitranya dan meminta penjelasan agar publik dapat penjelasan yang lugas,” kata Bamsoet.

Hal itu merupakan salah satu contoh dirinya menjalin komunikasi dengan awak media sebagai corong masyarakat. “Corong rakyat adalah kawan-kawan media sekalian,” imbuh politisi Partai Golkar ini.

Sebagai informasi, metodologi survei digunakan adalah phone survei, dilaksanakan dari 23-26 Agustus 2018. Tersebar di 8 kota besar, diantaranya Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.

Jumlah responden sebanyak 800 orang yang tersebar secara proporsional berdasarkan populasi pengguna telepon di 8 kota besar. Pemilihan responden dilakukan dengan melakukan pengacakan sistematis. Toleransi kesalahan phone survei (margin of error) 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (chan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top