Polhukam

LAM Riau Desak Polri Mengusut “Orang Luar” Penghadang Neno Warisman

PARLEMENTARIA.COM – Presidium #2019GantiPresiden Neno Warisman sempat tertahan selama 7 jam di gerbang Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK ) II Pekanbaru. Dalam jangka waktu itu, wanita 54 tahun tersebut tidak diperbolehkan makan dan dipaksa kembali ke Jakarta.

Sejatinya, Bunda Neno Warisman, begitu wanita 54 tahun itu disapa, akan menghadiri Deklarasi #2019GantiPresiden yang dijadwalkan digelar di Tugu Pahlawan Pekanbaru, Minggu (26/8) siang. Namun baru menginjakkan kaki di Pekanbaru, Sabtu (25/8), Bunda Neno dihadang puluhan orang di gerbang keluar bandara.

Berbagai intimidasi diterima Bunda Neno dari kelompok yang menolak kedatangannya, termasuk lemparan ke arah mobil yang ia tumpangi. Ratusan aparat keamanan yang bersiaga tampak tak berdaya mengendalikan puluhan massa yang juga membakar ban dalam aksinya.

Dalam massa yang menolak kedatangan Neno Warisman itu, terlihat beberapa orang berperawakan Timur. Bahkan dari mereka sempat diamankan massa yang ingin menjemput Bunda Neno.

Terkait hal ini, Datuk Seri Syahril Abu Bakar mengatakan pihaknya akan mendalaminya. Tentu saja, pengusutan itu dilakukan bersama pihak kepolisian.

“Kita akan gelar rapatnya Rabu (besok). Kalau benar orang di luar Riau (dalam aksi tersebut), tentu kita pertanyakan mengapa mengatasnamakan orang Riau,” kata Syahril, Senin (27/8/2018).

“Kalau benar dia orang Riau, tentunya setiap orang Riau ada paguyubannya. Kita akan bicara dengan pimpinan paguyubannya,” sambung Syahril.

Menurut Syahril, LAM Riau tidak akan memihak ke salah satu pihak dalam kejadian itu. Dalam pilihan politik, LAM Riau menyerahkan hal itulah semuanya kepada individu anak kemenakan.

“Kita di tengah-tengah. Kalau tidak, bagaimana kita menyelesaikannya. Kalau dia masyarakat Riau, yang pro dan kontra ini adalah anak kemenakan kita, semua harus dirangkul, termasuk kepolisian yang bertugas saat itu. Kita mencegah adanya silang sengketa. Atas nama masyarakat Riau berhimpun dan berpayungnya ke LAM,” pungkas Syahril.

Senada, Ketum MKA LAM Riau Datuk Seri H Al Azhar, meminta agar pihak kepolisian mengusut adanya ‘orang luar’ yang diduga turut menjadi pengacau dalam penghadangan Neno Warisman.

“Dugaan itu perlu didalami. Bila benar bahwa dalam kelompok yang kontra Deklarasi #2019GantiPresiden pada kejadian di sekitar Bandara SSK II itu ada orang yang bukan warga Riau, maka harus diusut darimana mereka. Siapa yang mengerahkannya? Apa motif mereka, dan kenapa aparat keamanan membiarkannya?,” tambah Al Azhar.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman, menyampaikan hal yang sama terkait adanya ‘orang luar’ yang turut dalam aksi penolakan Neno Warisman.

”Sikap saya sama dengan ketua LAM, karena sejak dulu kita masyarakat Riau dikenal mengedepankan adat dan budaya Melayu. Dalam hal menyelesaikan permasalahan,” singkat Politisi Partai Demokrat yang akrab disapa Dedet itu. (riman/chan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top