Polhukam

Yenny Wahid: Secara Organisasi Nahdlatul Ulama Tidak Berpolitik

PARLEMENTARIA.COM– Putri mendiang KH Abdurrahman Wahid atau Gusdur, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid mengatakan, sebagai organisasi terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) sejak dari dahulu netral. Artinya, NU tidak berpihak termasuk dalam pemilihan presiden-wakil presiden pada Pilpres mendatang.

“Sejak dari dahulu NU netral. Kalau ada orang mengatasnamakan NU, hal itu bukan menggambarkan organisasi tetapi individu yang kebetulan dia itu warga NU,” kata perempuan yang akrab disapa Yenny Wahid itu dalam keterangan pers yang diterima Parlementaria.com, Senin (20/8).

Pernyataan Yenny itu dia sampaikan berkaitan dengan dipilihnya Prof Dr KH Ma`ruf Amin yang merupakan Rais Aam NU sebagai bakal calon wakil presiden pendamping Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

Dikatakan Yenny, karena sikap NU secara organisasi netral, warga NU diberi kebebasan dalam memilih calon pemimpin yang mereka sukai. Itu dapat dibuktikan dimana suara warga NU tidak pernah utuh dalam memilih calon pemimpin mereka.

Dikatakan, warga NU mempunyai proses sendir-sendirii dalam menbuat keputusan dan warga NU ada di banyak partai seperti PKB, Golkar, PPP, Demokrat, Gerinda dan lainnya.
“Jika yang ada di parpol pendukung Jokowi kemungkinan akan ke Jjokowi, begitu juga sebaliknya atau di kubu seberang,” kata dia.

Menurut dia, memang NU secara organisasi tidak berpolitik. Namun, itu bukan berarti warga NU tidak boleh berpolitik. “Buktinya, seperti yang saya sebutkan tadi dimana warga NU tersebar dari berbagai partai politik,” demikian Yenny Wahid. (art

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top