Polhukam

Pasca Peristiwa Mako Brimob, Bagaimana Publik Percaya Polisi Mampu Jaga Warga

PARLEMENTARIA.COM– Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5) malam kembali kebobolan. Seorang terduga teroris asal Jawa Barat melakukan serangan dari luar. Akibatnya seorang polisi tewas terbunuh dalam serangan itu.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengaku, prihatin
dengan peristiwa ini, apalagi terjadi pasca kekacauan di Rutan Brimob yang menyebabkan lima polisi terbunuh. Sayang Polri belum mengumumkan tragedi ini.

Info yang dikumpulkan IPW menyebutkan, Kamis malam itu dua Intel Brimob yakni Briptu N dan Briptu G melihat tiga lelaki yang mencurigakan di sekitar Mako Brimob. Mereka sepertinya membawa bahan peledak.

Kedua Intel itu berusaha membekuknya. Sayang, hanya TS yang tertangkap, sedangkan dua orang lagi berhasil melarikan diri dengan membawa barang yang dicurigai bahan peledak itu.

Saat diperiksa TS (23 tahun) berasal dari Tanjung Siang Jabar. Saat diperiksa TS izin ke toilet. Karena lama tak muncul Bripka Marjin Prancis mendatangi toilet.

Saat itulah TS melakukan serangan dan menikam Bripka Marjin. Mendengar keributan di toilet teman-teman Marjin mendatangi TKP dan membekuk TS. Sementara Bripka Marhun yang luka parah dibawa ke RS Bhayangkara Brimob. Pukul 02.40 korban meninggal dunia dengan luka parah di bagian perut.

Neta prihatin peristiwa ini karena terjadi di Mako Brimob pasca kekacauan di Rutan Brimob. Karena IPW berharap Polri transparan mengungkap peristiwa pembunuhan anggota Brimob ini dan mengungkap pelaku dari teroris jaringan mana.

Polri juga perlu meningkatkan keamanan di sekitar Mako Brimob. “Jika keamanan anggota polisi di markas komando pasukan elit Polri itu saja tidak bisa terjaga, bagaimana publik bisa percaya bahwa polisi mampu menjaga keamanan masyarakat atau warga,” demikian Neta S Pane (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top