Polhukam

Politisi PAN Minta Sukmawati Segera Minta Maaf Kepada Umat Muslim

PARLEMENTARIA.COM– Para wakil rakyat di DPR RI menyesalkan puisi berjudul Ibu Indonesia karya Sukmawati yang ditulis sekaligus dibacakan putri Soekarno itu di Jakarta Convention Centre (Balai Sidang) Senayan, Jakarta, akhir pekan lalu.

Salah satu wakil rakyat yang menyesalkan itu adalah Muslim Ayub, politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) Dapil Provinsi Aceh Darussalam itu. Masa konde disamakan dengan cadar. Azan disamakan dengan kidung.

“Bagi kami rakyat Aceh, itu sangat terpukul sekali mendengar kata-kata itu. kita tidak tahu apa yang terjadi dengan perkataannya,” ujar Muslim Ayub saat diminta komentarnya sebelum memasuki Ruang Sidang Paripurna Gedung Nusantara II Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/4).

Tidak hanya di Aceh, lanjut anggota Komisi III DPR RI ini, sejak beredarnya video pembacaan puisi tersebut, daerah-daerah lain juga sudah mulai ribut. Pasalnya, Muslim menilai, apa yang dilakukan Sukmawati dengan puisinya tersebut tak jauh berbeda dengan kasus Ahok. Dimana tindakan Ahok itu dikategorikan penghinaan agama.

Saya berharap, kata Muslim. Sukma segera meminta maaf terhadap umat muslim. Jangan sampai kasus 212 terulang kembali dan agar tensi masyarakat tidak bertambah tinggi.

“Kalau dia minta maaf atas kekhilafannya itu, kita harus memaafkan. Apalagi dia juga muslim. Namun terlepas dari itu, saya yakin dia tidak sengaja, dia tidak tahu tentang syariat Islam, mungkin pendalaman akidahnya kurang, atau kedangkalan akidahnya,” papar politisi dapil Aceh ini.

Dikatakan, puisi berjudul Ibu Indonesia itu tidak akan dibuat jika Sukmawati memahami arti syariat Islam. “Kalau dia mendalami apa itu syariat dia tidak akan mungkin membuat yang demikian. Namun jangan hal itu dikaitkan dengan politik.”

Terkait adanya rencana dari beberapa organisasi keagamaan yang ingin membawa kasus ini ke ranah hukum, yakni dengan melaporkan Sukma ke pihak Kepolisian, Muslim mengatakan hal itu merupakan hak setiap orang. Hukumlah nanti yang akan menentukan apakah Sukma bersalah atau tidak. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top