Polhukam

Peristiwa “Mosi Integral Natsir” Perlu Diperingati Secara Nasional

PARLEMENTARIA.COM – Fraksi PKS DPR menggelar diskusi “Memperkokoh NKRI, Mengembalikan Kedaulatan Bangsa”, Selasa (3/4/2018). Diskusi publik tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati dan mengenang jasa M. Natsir dengan “Mosi Integral Natsir” yang dinilai sangat monumental tersebut.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid yang tampil sebagai pembicara kunci dalam diskusi tersebut menginginkan peristiwa “Mosi Integral Natsir” yang disampaikan dalam Sidang Paripurna DPR Republik Indonesia Serikat (RIS) tanggal 3 April 1950 diperingati secara nasional.

“Peristiwa yang terjadi 68 tahun silam itu sangat layak diperingati secara besar-besar di tingkat nasional. Mosi Integral Natsir bukan peristiwa biasa, melainkan merupakan peristiwa penting karena telah menyelamatkan bangsa Indonesia yang diacak-acak dan dicabik-cabik oleh Belanda pasca kemerdekaan,” kata Hidayat.

Jika tidak ada Mosi Integral Natsir, Hidayat memastikan bahwa sudah tidak ada NKRI. “Aneh kalau peristiwa itu dianggap tidak penting. Tanpa Mosi Integral Natsir, bangsa ini sudah tercabik-cabik, Indonesia terdiri 16 negara serikat dan Belanda tetap menguasai bangsa ini,” tegas Hidayat.

Karena itu menurut dia, peristiwa Mosi Integral Natsir tersebut perlu diperingati secara nasional. “Menimal dapat dilakukan dengan Sidang Paripurna DPR. Tahun lalu saya juga pernah menyampaikan, ternyata DPR belum sadar atas peristiwa penting 68 tahun lalu itu,” sesal Hidayat.

Sementara itu Sekretaris Fraksi PKS Sukamta mengatakan, selama ini perjuangan M. Natsir dengan Mosi Integralnya dalam mengembalikan Indonesia ke bentuk NKRI kurang terekspos dalam sejarah. Pada hal momen kembalinya Indonesia ke bentuk NKRI sebagai proklamasi kedua setelah proklamasi Kemenekaan 1945.

“Mosi integral momentum bersejarah yang lahir dari gagasan brilian seorang M Natsir. Ini sekaligus menandakan tokoh-tokoh Islam begitu jelas dan kuat kontribusinya dan pembelaannya terhadap NKRI. Ini juga bukti bahwa umat Islam tulang punggung NKRI,” ujar Sukamta.

“Peringatan momen bersejarah ini penting sebagai pelajaran bagi generasi muda bangsa yang hidup saat ini agar tidak lupa denga peran strategis tokoh dan umat Islam,” ulas Sukamta.

Lebih lanjut dikatakan, Mosi Integral Natsir mengandung pelajaran penting bagi bangsa Indonesia bahwa upaya mempertahankan negara kesatuan dan kedaulatan bangsa tidaklah mudah.

“Penjajah sengaja membagi negara dalam negara-negara bagian agar mudah dipecah belah. Inilah yang ditentang Natsir dalam mosinya. Melalui peringatan Mosi Integral ini semestinya kita bersikap kritis dan waspada terhadap setiap upaa yang merongrong kewibawaan NKRI dan melemahkan kedaulatan bangsa,” ujarnya. (chan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top