Polhukam

Bamsoet: Tagana Harus Jadi Garda Terdepan Penanggulangan Bencana

PARLEMENTARIA.COM– Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo diangkat sebagai Pembina Kehormatan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Indonesia. Pengukuhan dilakukan Menteri Sosial (Mensos), Idrus Marham dalam Apel Siaga Bencana HUT XIV Tagana Indonesia, di Pantai Ayah Kebumen, Jawa Tengah, Senin (2/4).

“Saya bangga diangkat sebagai Pembina Kehormatan Tagana. Apalagi kiprah Tagana dalam membantu penanggulangan bencana di tanah air selama ini sangat besar dan tidak perlu diragukan lagi,” kata dia.

Laki-laki yang akrab disapa Bamsoet itu bersama Idrus Marham juga meresmikan Momongan Kebumen sebagai Pulau Tagana, dilanjutkan pelepasan burung dan kepiting serta penanaman mangrove.

Bamsoet bersama Idrus Marham juga memberikan bantuan sosial kepada sejumlah panti asuhan di Kebumen. Hadir dalam Apel Siaga Bencana Tagana antara lain anggota Komisi III DPR RI Syahroni, Asisten Komunikasi dan Elektronika Panglima TNI Marsda TNI Bonar Hutagaol.

Diingatkan, geografis Indonesia yang terletak pada pertemuan lempeng dunia, yaitu lempeng Indo-Australia di bagian selatan, lempeng Eurasia di bagian utara, dan Lempeng Pasifik di bagian timur, menjadikan Indonesia rentan mengalami bencana alam.

Kondisi geologis, hidrologis dan demografis yang dimiliki Indonesia juga memungkinkan terjadinya bencana, baik yang disebabkan faktor alam maupun faktor non alam dapat menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan ataupun kerugian harta benda.

“Ancaman yang kita hadapi saat ini tidak hanya bencana alam. Tetapi juga bencana non-alam dan bencana sosial. Termasuk konflik sosial dan ancaman terorisme. Kalau bencana tersebut tidak tertangani dengan baik akan menghambat jalannya pembangunan nasional,” papar Bamsoet.

Karena itu, kata politisi senior Partai Golkar ini, Tagana harus menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana. Sebab, tantangan penanggulangan bencana di tingkat global, regional dan nasional yang semakin rumit sangat membutuhkan keberadaan personil yang kompeten.

“Tagana merupakan salah satu bentuk nyata peran serta masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana. Keberadaan Tagana diatur dan dilindungi UU No: 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Peraturan Menteri Sosial No: 28/2012 tentang Pedoman Umum Taruna Siaga Bencana,” kata Bamsoet.

Dikatakan Bamsoet, Tagana punya tugas yang tidak ringan dalam upaya penanggulangan bencana. Baik pada saat pra bencana, tanggap darurat, pasca bencana, dan tugas-tugas penanganan permasalahan sosial lainnya yang terkait dengan penanggulangan bencana.

“Sebagai unsur yang terdekat dengan lokasi bencana, Tagana wajib hadir di lokasi paling lambat satu jam setelah bencana terjadi. Tagana juga harus cepat tanggap dalam melakukan perlindungan sosial terhadap korban bencana dan punya pemahaman penanggulangan bencana agar dapat bekerja secara efektif dan efisien,” kata Bamsoet.

Dia berharap kemajemukan anggota Tagana yang terdiri dari beragam lapisan dan profesi di masyarakat, akan memperkuat persatuan dan kesatuan Bangsa.

Karena itu, Tagana harus mampu menjadi perekat seluruh elemen bangsa di wilayah Indonesia. Anggota Tagana berasal dari berbagai unsur masyarakat.

“Keragamanan ini merupakan modal luar biasa untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Semua anggota Tagana harus mampu beradaptasi dan memberi warna bagi penanggulangan bencana di tanah air,” tutur Bamsoet.

Agar Tagana dapat menjalankan tugas secara profesional, dibutuhkan dukungan dan komitmen dari seluruh pihak terkait, baik berupa pendidikan, pelatihan serta penyediaan anggaran dan fasilitas pendukung yang memadai.

“Efektivitas Tagana dalam membantu upaya penanggulangan bencana pada akhirnya akan meningkatkan kesiapsiagaan bencana di setiap wilayah. Tidak hanya ketika bencana terjadi, namun juga untuk kepentingan mitigasi bencana,” demikian Bambang Soesetyo. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top