Pengawasan

DPR Desak Jaksa Agung Segera Eksekusi Mati Bandar dan Pengedar Narkoba

PARLEMENTARIA.COM– Hampir setiap hari aparat penegak hukum menangkap bandar maupun pengedar narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba). Bahkan dari sekian banyak itu, pengadilan sudah memutuskan hukuman para bandar maupun pengedar itu.

Malah banyak diantara mereka yang dihukum mati dan sudah berkekuatan hukum tetap. Namun, sampai saat ini, dari sekian banyak yang dihukum mati, boleh dihitung dengan jari saja yang sudah dieksekusi.

Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi malah mendesak Jaksa Agung,
HM Prasetyo agar segera melakukan eksekusi terhadap narapidana narkoba yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap tersebut.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Komisi III DPR RI dengan Jaksa Agung, HM Prasetyo di Gedung Nusantara II Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, pekan ini.

Politisi senior dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsyi mengatakan, hukuman mati masih menyisakan pekerjaan rumah buat Jaksa Agung, HM Prasetyo.

Soalnya, ada 10 narapidana lagi yang harus dieksekusi mati dalam kasus narkoba. Hukuman mati tersebut harus terus digaungkan, karena perbuatan yang dilakukan pemasok, bandar maupun pengedar narkoba dinilainya sudah sangat melampaui batas.

“Kalau kedapatan bandar narkoba, tangkap dan pertontonkanlah ke publik eksekusi matinya. Saya berharap kepada Jaksa Agung agar untuk masalah eksekusi mati ini sedikit di ekspose ke publik,” tegas Aboe Bakar.

Wakil rakyat dari Dapil Provinsi Kalimantan Selatan ini mengatakan, adanya Memorandum of Understanding (MoU) tidak membuat ketiga lembaga yakni Kepolisian, Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi kebal hukum. “Jadi, yang saya takutkan ada kesan berbagi gitu, bahasanya ‘siap, aman pak’.”

Laki-laki bertubuh itu mengatakan, meningkatnya tren penyelundupan narkoba ke Indonesia merupakan sebuah proxy war. Indonesia kini telah dirasuki candu secara maksimal.

“Entah sudah menjadi perang dunia keberapa, ya proxy war-nya tersebut menggunakan narkoba. Apa karena hukuman kita yang terlalu rileks terhadap terpidana narkoba atau bagaimana,” demikian Aboe Bakar Alhabsy. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top