Pengawasan

Bambang: Mega Infrastruktur Jokowi Buat Ekonomi Indonesia Merosot Tajam

PARLEMENTARIA.COM– Anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono menilai, mega infrastruktur yang dibangun pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) tidak berdampak kepada pertumbuhan ekonomi nasional.

Artinya, kata wakil rakyat dari Dapil Provinsi Jawa Timur I tersebut, ratusan proyek yang dibangun pemerintah itu tidak memiliki asas manfaat terhadap perekonomian rakyat. Malah membuat ekonomi Indonesia merosot tajam.

Buktinya, lanjut laki-laki kelahiran Balikpapan, 16 Januari 1963 ini seperti ditulis Parlementaria, Kamis (29/3), pembangunan infrastrutur tak berdampak kepada pertumbuhan itu terlihat dari perbandingan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia di Kawasan ASEAN.

Saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di peringkat keenam dari 10 negara ASEAN. Pada masa pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Indonesia berada di peringkat tertinggi.

Saat ini Laos menempati puncak pertumbuhan tertinggi dengan 7,40 persen. disusul Myanmar (7,3 persen), Kamboja (7,20 persen), Philipina (6,90 persen), Vietnam (6,20 persen), dan Indonesia (5,02 persen).

Selama empat tahun Presiden Jokowi memerintah, lebih Rp1.500 triliun yang digunakan untuk membangun infrastruktur. Ini artinya, rata-rata setiap tahun menghabiskan Rp300-400 triliun.

Dikatakan, ternyata semuanya tidak membawa dampak pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Pertumbuhan ekonomi cenderung stagnan. Padahal, masa SBY pertumbuhan ekonomi kita tertinggi di ASEAN. Sekarang malah menjadi nomor 6,” ungkap Bambang.

Ditegaskan laki-laki yang sebelum dipercaya menjadi wakil rakyat di Senayan ini adalah pengusaha perkapalan ini, apa yang disampaikannya ini merupakan kritik tajam terhadap pemerintah dan siap mempertanggungjawabkannya.
Bahkan, dia mengaku berani beradu argument dengan pemerintah seputar pembangunan infrastruktur yang dibangun Presiden Joko Widodo. Idealnya, setiap pembangunan infrastruktur berdampak signifikan pada pertumbuhan.

Seharusnya, kata Bambang, setiap pembangunan infrastruktur satu step, bisa menumbuhkan ekonomi satu step. Bahkan, kalau bisa dua sampai tiga step menumbuhkan ekonomi. “Harus ada multiplier effect yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional,” demikian Bambang Haryo Soekartono. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top