Polhukam

Survei Indo Barometer: Edy Rahmayadi dan Djarot Bersaing Ketat di Pilkada Sumut

PARLEMENTARIA.COM – Dua pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi – Musa Rajekshah (Ijek) dan Djarot Saiful Hidayat – Sihar PH. Sitorus akan bersaing ketat dalam Pilkada Serentak 27 Juni 2018 mendatang.

Berdasarkan hasil survei yang dirilis Indo Barometer di Jakarta, Jumat (23/3/2018), tingkat elektabilitas antara kedua pasang calon tersebut terpaut sangat tipis, yaitu hanya 0,2 persen.

Pasangan Djarot Saiful Hidayat – Sihar PH Sitorus memperoleh dukungan sebesar 26 persen. Pasangan Edy Rahmayadi – Musa Rajekshah dengan dukungan 25,8 persen, dan pasangan JR Saragih – Ance 8,4 persen. Tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab 39,8 persen.

Kemudian tingkat keterkenalan dari calon gubernur, Djarot Saiful Hidayat 68,4 persen, Edy Rahmayadi 62,9 persen, JR. Saragih 40 persen, Sihar PH Sitorus 34,7 persen, Musa Rajekshah 30,8 persen dan Ance 14 persen.

Dari tingkat kesukaan, Djarot Saiful Hidayat disukai 70,9%, Edy Rahmayadi 66,6%, dan JR. Saragih disukai 55,9%, Sihar PH Sitorus disukai 67,3%, Musa Rajekshah disukai 66,2% dan Ance disukai 24,1%.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menjelaskan, survei dilaksanakan di wilayah Provinsi Sumatera Utara yang meliputi 33 kabupaten/kota, tanggal 04 – 10 Februari 2018 dengan jumlah responden sebanyak 800 orang . Sedangkan margin of error sebesar ± 3,46%, pada tingkat kepercayaan 95%.

Menurut Qodari, berdasarkan survei yang dilakukan lembaga yang dipimpinnya itu, konstelasi pilgub di Sumatera Utara masih sangat ketat dan dinamis. “Dalam situasi seperti ini biasanya pertarungan politik di lapangan menjadi keras dan tajam,” kata Qodari.

Karena itu, kata Qodari, perlu ada upaya menahan diri dan manajemen konflik yang baik dari para calon, tim sukses, parpol pendukung, penyelenggara pemilu, tokoh masyarakat, dan para pemilih.

Ketua Koordinator Bidang Lembaga DPP Partai Golkar Idrus Marham yang mewakili tim pasangan Edy Rahmayadi – Musa Rajekshah mengharapkan Pilkada Sumut betul-betul berjalan demokratis.

Karena menurut mantan Sekjen DPP Partai Golkar itu, pemimpin yang berkualitas dihasil pula dari proses pemilihan yang berkualitas pula. “Kepemimpinan yang berkualitas hanya dihasilkan melalui pemilihan berkualitas. Karena itu saya mengharapkan Pilkada Sumut betul-betul berlangsung demokratis,” ujar Idrus Marham.

Idrus tidak ingin usai Pilkada terjadi konflik yang berkepanjangan. “Jangan sampai nanti pasangan calon yang menang hanya sibuk dengan tugas menyelesaikan konflik yang terjadi,” kata Idrus Marham.

Harapan serupa juga disampaikan Maruara Sirait yang mewakili partai pengusung Djarot Saiful Hidayat – Sihar PH Sitorus. Dia juga tidak ingin terjadi konflik pasca pilkada. “Kalau bisa tirulah pak Jokowi dan pak Prabowo ketika Pilpres 2014 lalu. Mereka saling mengunjungi,” kata Ara, begitu dia akrab disapa. (chan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top