Polhukam

Ke Markas UNHCR Bersama Ketua Majelis Syuro, Jazuli Dorong PBB Cegah Konflik

PARLEMENTARIA.COM– Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Salim Segaf Aljufri bersama Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini beserta delegasi Fraksi PKS menyambangi kantor UNHCR-PBB di Jenewa Swiss Kamis (14/3).

Mereka mendatangi markas Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) itu dengan misi memperjuangkan nasib pengungsi dan korban konflik dunia. Maklum, selama ini PKS boleh dikatakan satu-satunya partai politik di Indonesia yang aktif menyuarakan dan memperjuangkan nasib para korban korban kekerasan akibat perang maupun aksi militer.

Delegasi Salim Segaf Aljufri- Jazuli ini terdiri dari politisi senior PKS di Komisi III DPR RI, Nasir Jamil, Tamsil Linrung (Komisi XI). Juga ikut dalam rombongan Sutriyono dan Yudi Koutoky. Mereka didampingi langsung oleh Duta Besar/Perwakilan Tetap RI untuk PBB Hasan Kleib dan ditemui oleh Volker Turk dan Indrika Lawatte dari Komisi UNHCR.

Dalam kesempatan itu Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf menyampaikan, konflik terjadi akibat adanya negara atau bangsa di dunia yang menonjolkan perbedaan sebagai sumber konflik dan perpecahan.

Padahal, ungkap Salim Segaf, dalam pesan singkat melalui WhatsApp (WA) Jazuli Juwaini kepada Parlementaraia.com, Jumat (16/3)m umat manusia lahir dan diturunkan ke bumi yang sama.

Dan, perbedaan adalah sesuatu yang semestinya kita terima secara terbuka dan bukan sumber konflik. “Di sinilah pentingnya kita semua bergandengan tangan dan menekankan pentingnya persaudaraan sebagai sesama umat manusia,” kata Salim Segaf di hadapan Komisi UNHCR-PBB.

Menurut Menteri Sosisal (Mensos) 2009-2014 tersebut, seluruh komponen perdamaian harus mengoptimalkan perannya. Ia memberi contoh ada sebagian warga dunia yang bisa disentuh oleh pemuka-pemuka agama dengan bahasa-bahasa agama, dan seterusnya.

“Kita menyaksikan begitu banyak konflik yang terjadi di muka bumi ini tapi kita yakin pasti akan selalu ada solusi dan secercah cahaya di ujung sana,” kata anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

Menurut Salim Segaf, kita yakin dan optimis perdamian akan terwujud di dunia ini jika masing-masing kita selalu berusaha menemukan titik temu dari setiap perbedaan.

Jazuli Juwaini mengapresiasi peran UNHCR menyelamatkan pengungsi dan korban konflik selama ini. Menurut wakil rakyat dari Dapil Provinsi Banten tersebut, hal ini sungguh satu tugas kemanusiaan dan peradaban yang sangat mulia.

Meski demikian, Jazuli terus mendorong agar PBB semakin kuat dalam upaya mencegah dan menyelesaikan konflik dan kekerasan di berbagai belahan dunia, baik konflik atas nama rasial atau politik kekuasaan.

Akibat konflik, menurut Anggota Komisi I DPR ini sungguh sangat memilukan. Hampir 47 juta orang di dunia menjadi pengungsi dan tercerabut dari lingkungan sosialnya. Yang datang dan ditangani negara Indonesia, baik yang terdaftar di UNHCR maupun yang tidak terdaftar mencapai 13 ribu orang.

Sungguh menyedihkan nasib pengungsi korban konflik. Di Suriah saja mencapai 5,6 juta orang, pengungsi Rohingya mencapai 1,2 juta orang yang memasuki negara Banglades. Sementara 5 juta warga Palestina kini mengungsi ke berbagai negara.

“Para pengungsi Rohingya misalnya nasibnya kini tak menentu, jika mereka kembali ke Myanmar sudah tak jelas lagi tempat tinggalnya. Nasib yang sama dialami oleh pengungsi lainnya yang negaranya masih dilanda konflik,” ungkap Jazuli.

Untuk itu, atas nama kemanusiaan, mewakili bangsa dan Pemerintah Indonesia delegasi Fraksi PKS meminta PBB melakukan langkah-langkah yang lebih riil dan kongkrit dalam menghentikan kekerasan.

“Stop konflik dan kekerasan sekarang juga. Jangan lagi anak-anak, orang tua, dan umat manusia bersedih karena orang-orang yang mereka kasihi menjadi korban konflik dan kekerasan,” demikian Jazuli Juwaini. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top