Polhukam

Di Depan Turk dan Lawatte, Jazuli Sesenggukan Minta UNHCR Serius Tangani Pengungsi

PARLEMENTARIA.COM– Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, Jazuli Juwaini bersama Ketua Majelis Syuro partai berlambang kapas serta padi tersebut mendatangi markas United Nations High Commissioner for Refugee (UNHCR) di Jenewa, Swiss, Rabu (14/3) waktu setempat.

UNHCR adalah salah satu dari sekian badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang tugasnya adalah mengurus pengungsi. Ikut bersama Jazuli anggota Fraksi PKS, Nasir Jamil, Jamil, Tamsil Linrung, Sutriyono dan Yudi Koutoky.

Kepada Parlementaria.com, Kamis (15/3) melalui WhatsApp (WA), Jazuli mengatakan, rombongan didampingi langsung Duta Besar/Perwakilan Tetap Indonesia untuk PBB, Hasan Kleib. Mereka menemui Volker Turk dan Indrika Lawatte dari Komisi Tinggi yang tugasnya menangani pengungsi korban konflik.

Delegasi Fraksi PKS DPR datang ke markas PBB membawa misi untuk menyuarakan keprihatinan sekaligus kepedulian terhadap penanganan kemanusiaan pengungsi korban konflik khususnya di Rohingnya, Suriah, Palestina dan Srilanka sambari mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kerja keras UNHCR demi kemanusiaan dunia selama ini.

Dalam pernyataan di depan Komisi UNHCR, Jazuli meminta lembaga ini lebih serius lagi untuk menghentikan konflik kekerasan atas nama apapun. Soalnya, korban sesungguhnya tak terperi dari anak-anak, perempuan dan orang tua.

Bahkan ketika berbicara dengan Volker Turk dan Indrika Lawatte, anggota Komisi I DPR RI dari Dapil Provinsi Banten III tersebut sempat meneteskan air mata. Bahkan Jazuli tidak mampu menahan tangis ketika mengajak hadirin untuk bersama-sama memikirkan korban konflik di berbagai negara itu.

“Bayangkan jika mereka adalah anak-anak kita, orang tua kita, atau saudara-saudara kita sendiri yang tersiksa dan terbunuh dengan cara mengenaskan dan memilukan akibat konflik,” ujar Jazuli sesenggukan.

Untuk itu, sekali lagi atas nama rakyat Indonesia, atas nama parlemen Indonesia dan atas nama Pemerintah Indonesia yang cinta kemanusiaan dan perdamaian, laki-laki kelahiran Bekasi 2 Maret 1965 itu meminta PBB untuk ikut menghentikan kekerasan dan mencarikan solusi damai bagi negara-negara yang sedang dilanda konflik.

“Atas nama bangsa Indonesia kami mengetuk rasa kemanusiaan dunia. Stop konflik sekarang juga. Hentikan semua bentuk kekerasan yang hanya menghasilkan kesedihan bagi masyarakat dunia karena anak kehilangan ayah dan ibunya, sebaliknya orang tua kehilangan anak-anaknya,” demikian Jazuli Juwaini. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top