Polhukam

Bamsoet: Perempuan Belum Manfaatkan Maksimal Peluang Dari Pemerintah

PARLEMENTARIA.COM– Pemerintah sudah merumuskan dan menerapkan berbagai strategi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dalam usaha meningkatkan peran kaum perempuan.

Salah satunya dengan memperkenalkan sistem yang mewajibkan partai politik memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan dalam daftar calon anggota legislatif (caleg).

“Namun, sayang peluang itu tak dimanfaatkan maksimal. Saat ini, hanya 97 atau 17,1 persen perempuan dari total 560 anggota DPR RI 2014-2019,” Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat membuka perayaan International Women’s Day 2018 di Gedung Nusantara Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (14/3).

Hadir dalam acara itu Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah, Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menjadi Keynote Speaker, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise, Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf dan para anggota DPR RI.

Selain itu, juga tampak hadir undangan seperti para Duta Besar negara sahabat, antara lain Mexiko, Kanada, Bangladesh, Spanyol, Jordan, Panama, Serbia, Ceko, Yaman, Suriname, Pakistan, Kuwait, Brazil, Hungaria, Norwegia, Jepang, Portugal, Iran, Bulgaria, Colombia, Bosnia, Palestina, Irak, Myanmar dan Rusia.

Dikatakan politisi senior Partai Golkar ini, DPR dalam menjalankan fungsi legislasi juga turut melindungi kaum perempuan seperti dalam pembentukan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional dengan menekankan perlunya pemberdayaan perempuan, Undang-Undang tentang Kesehatan yang menekankan pentingnya menjamin kesehatan reproduksi perempuan.

Tidak hanya itu, saat ini DPR juga tengah membahas RUU tentang Penghapusan Kekerasan Seksual. DPR juga telah membentuk Kaukus Perempuan Parlemen dan Kaukus Politik Perempuan Indonesia untuk mempromosikan serta mendorong pencapaian kesetaraan dan keadilan gender.

“Bagi saya, kesetaraan gender bukanlah isu perempuan semata, melainkan isu sosial dan kemanusiaan dalam artian yang lebih luas. Kesetaraan gender merupakan gerakan global dimana laki-laki dan perempuan harus sama-sama dilibatkan. Meliputi hak manusia yang paling mendasar, yaitu hidup tanpa diskriminasi,” ujar Bamsoet.

Memeriahkan perayaan International Women’s Day kali ini, DPR memberikan penghargaan kepada Presiden Jokowi yang telah menempatkan kaum perempuan terbanyak dalam Kabinet pemerintahan.

Presiden Jokowi telah memberikan tauladan dan kepercayaan bahwa kaum perempuan juga bisa berkarir di eksekutif. Sedikitnya delapan perempuan pilihan Presiden Jokowi di Kabinet Kerja telah membuktikan kinerjanya dalam menempati posisi kementerian yang sangat penting.

Mereka antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Luar Negeri, Menteri Keuangan, Menteri BUMN, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Kesehatan, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,” jelas Bamsoet.

Selain kepada Presiden Jokowi, DPR RI juga memberikan penghargaan kepada DPRD Provinsi Riau karena memiliki jumlah anggota DPRD Perempuan Terbesar Secara Nasional.

Sedangkan Bupati Kabupaten Minahasa Selatan Christiany Eugenia Parantu dan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mendapatkan penghargaan atas pencapaian mereka sebagai bupati perempuan yang terpilih dua periode berturut-turut.

“Berbagai penghargaan tersebut merupakan simbol pengakuan dan apresiasi DPR RI kepada orang pribadi, institusi, maupun kepada masyarakat yang telah memberi ruang berkreasi bagi perempuan. Mari terus kita ciptakan dunia yang penuh keadilan dan kesetaraan, terutama kepada kaum perempuan.”

Bamsoet juga secara khusus memberikan penghargaan dan memuji Sri Mulyani yang dinilainya sebagai salah satu menteri perempuan terbaik di kabinet kerja. Terlebih, belum lama ini Sri Mulyani terpilih sebagai menteri terbaik dunia dalam acara World Government Summit di Dubai, Uni Emirat Arab.

Wakil rakyat dari Dapil Provinsi Jawa Tengah tersebut selain memberikan penghargaan sebagai keynote speech, juga menghadiahkan sebait pantun kepada Sri Mulyani di akhir sambutan.

“Seribu ekonom berjumpa di Bali,
Bagai gelatik berwarna-warni.
Hanya satu yang memikat hati,
Itulah dia Sri Mulyani,” (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top