Polhukam

Presiden Jokowi: Masa Ada Balita Terlibat PKI

PARLEMENTARIA.COM – Presiden Joko Widodo mengaku geli terhadap fitnah yang mengaitkan dirinya dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Karena menurut Jokowi, PKI dibubarkan dan dinyatakan terlarang tahun 1965 yang ketika itu dirinya baru berumur 4 tahun.

“Coba, saya saja di bawah banyak yang diisukan `Itu Pak Jokowi PKI`. Banyak yang seperti itu coba. Padahal PKI itu dibubarkan pada tahun 1965. Saya lahir 1961. Berarti saya baru umur3-4 tahun. Masa ada PKI balita, ya ndak? Lucu banget kan? Itu yang memfitnah ngawur,” kata Jokowi saat menyerahkan sertifikat tanah untuk rakyat di Halaman Sirkuit Sentul, Babakan Madang, Bogor, Selasa (6/3/2018).

Dalam usia empat tahun, ulasnya, tidak mungkin seseorang terlibat PKI (Partai Komunis Indonesia). Oleh karena itu, ia berpesan kepada masyarakat agar memakai logika ketika ada informasi atau kabar bohong.

“Saya kan masih balita kok difitnah seperti itu. Saya kadang juga mau marah ya gimana. Enggak marah ya gimana. Serba salah. Tapi saya juga mau blak-blakan. Jadi kalau tidak diingatkan seperti itu, ada lho orang yang percaya. Coba logikanya enggak masuk kan? Masih ada yang percaya juga,” kata Jokowi.

Dia menyayangkan masih saja ada masyarakat yang begitu mudah percaya atau terhasut berita bohong.

“Tugas saya sekarang ini adalah bekerja. Bekerja entah menyiapkan pembagian sertifikat, entah membangun infrastruktur, entah memberikan program-program bantuan sosial yang banyak sekali kita lakukan. Tidak ada yang lain,” kata Jokowi.

Secara khusus kemudian Presiden berpesan kepada masyarakat Indonesia untuk menjaga ukhuwah atau kerukunan bangsa.

“Jangan sampai kita diadu-adu karena pesta demokrasi atau karena pilihan bupati atau walikota ataupun gubernur ataupun pilihan presiden. Sekali lagi kita saudara sebangsa dan setanah air,” katanya.

Menurut dia, Indonesia adalah negara besar, negara beragam, negara majemuk dengan agama berbeda dengan adat berbeda, sekaligus dengan tradisi berbeda.

“Saya selalu sampaikan, jaga persaudaraan kita, sebangsa dan setanah air, jaga persatuan dan kesatuan, jaga kerukunan. Ini penting untuk Indonesia ke depan,” katanya. (anc/chan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top