Polhukam

AHY Undang Jokowi di Rapimnas Demokrat

PARLEMENTARIA.COM– Akibat ditentukannya Presidential Threshold (PT) 20 persen membuat partai politik yang bakal mengusung calon presiden-wakil presiden (capres-cawapres) pada pemilu 2019 harus berkoalisi.

Hal itu dikatakan Komandan Satuan Bersama (Kogasma) Partai Demokrat (PD), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai menyampaikan undangan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (6/3).

Seperti diberitakan, Partai Demokrat bakal menggelar Rapimnas) di Sentul Convention Centre (SCC), 10-11 Maret mendatang. “PD belum memiliki satu sikap terkait siapa yang akan diusung pada Pilpres nanti,” kata putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Partai Demokrat memiliki 10 persen kursi di DPR. Untuk bisa memenuhi 20 persen sesuai UU Pemilu, Demokrat harus berkoalisi dengan partai lain. “Jadi, koalisi merupakan sebuah keniscayaan. Persoalannya, kapan dan dengan siapa tentu akan terus dipertimbangkan dan dihitung segala sesuatunya. Saya tidak dalam kapasitas membicarakan itu.”

Rapimnas nanti menurut AHY juga ditujukan untuk melakukan konsolidasi seluruh kader dengan tema besar ‘Demokrat Siap’. “Ini menunjukkan kesiapan psikis maupun kesiapan fisik di lapangan bahwa kader demokrat siap untuk berjuang dan juga menjadi peserta serta mensukseskan pemilu 2019.”

Harapan kami, lanjut AHY, Partai Demokrat dapat sukses pada pemilu 2019 yakni mendapatkan suara signifikan, meningkat dari 2014 dan mengantarkan calon-calon wakil rakyat berada di Senayan maupun DPRD provinsi maupun kabupaten kota.

Sedangkan mengenai nama calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres) bisa juga akan dideklarasikan pada rapimnas nanti. “Disini saya tidak mengatasnamakan ketua umum. Yang jelas, rapimnas kali ini benar-benar kita ingin sekali lagi memgkonsolidasikan semangat perjuangan dari seluruh kader di tanah air.”

Menurut AHY, terlalu dini untuk bisa ditentukan hari ini walau orang mengatakan tidak terlalu dini karena waktunya tinggal empat bulan lagi sebelum menyerahkan semua persyaratan capres dan cawapres 2019.

Terkait kemungkinan ia membentuk poros ketiga sebagai pilihan alternatif antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto, Agus juga mengaku bahwa ia ikut mencermati perkembangan isu tersebut.

Dikatakan, dirinya juga mengikuti ada berbagai percapakan di warung-warung kopi termasuk oleh para pengamat, apakah menjadi alternatif ketika hadir poros ketiga.

“Tetapi sekali lagi cair dan dinamisnya politik Indonesia hari ini menyulitkan kita untuk menentukan secara konklusif hari ini terhadap sesuatu yg masih mungkin terjadi empat bulan ke depan. Kalau ditanya mungkin tidak mungkin selalu ada kemungkinan,” kata Agus.

Politik menurut AHY adalah suatu kompromi dan konsensus sejumlah partai politik sehingga ia akan terus melakukan kalkulasi. “Boleh-boleh saja dan saya juga mengamini mensyukuri kalau ada semangat dari kader Demokrat, menyerukan semangat AHY baik untuk bisa menjadi alternatif ke depan.”

Namun, kata AHY yang gagal meraih suara terbanyak bersama pasangannya pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta lalu, itulah logika politik ada PT 20 persen yang harus dipatuhi sehingga jangan sampai ada miss-match antara semangat dan logika politik. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top