Polhukam

Rizal Ramli Siap Jadi Presiden 2019-2024

PARLEMENTARIA.COM – Berbekal pengalaman menjadi Menko Perekonomian di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Rizal Ramli menyatakan dirinya siap menjadi calon presiden (capres) pada Pemilu 2019 dan memimpin Indonesia 2019-2024.

“Saya siap untuk memimpin Indonesia tahun 2019-2024. Saya siap untuk memimpin Indonesia agar lebih baik, lebih adil dan lebih makmur,” ujar Rizal Ramli kepada wartawan, di Jakarta, Senin (5/3/2018).

Menurut Rizal Ramli, dia sudah menyiapkan berbagai ide terhadap perbaikan ekonomi bangsa ini seperti pengalamannya ketika bergabung dalam kabinet Gus Dur.

Dia menyebutkan keberhasilan pemerintahan Gus Dur yang hanya berjalan 21 bulan bisa memperbaiki ekonomi Indonesia, yaitu pertumbuhan ekonomi dari -3 persen menjadi 4,5 persen, utang luar negeri berkurang 4,15 dolar AS, ekspor naik 2 kali, gaji PNS naik 125 persen dan Gini indek 0,31 persen yang merupakan terendah sepanjang sejarah.

Kemudian jelas Rizal Ramli, dalam banyak kasus, presiden selalu diintervensi oleh kekuatan-kekuatan besar dari dalam maupun luar negeri sehingga kebijakan yang baik terpaksa dibatalkan. “Itulah alasan mengapa saya memutuskan siap untuk memimpin Indonesia tahun 2019-2024,” tegas mantan Menko Kemaritiman Kabinet Kerja Jokowi-JK.

Dia juga menyebutkan beberapa alasan lainnya mengapa dia siap memimpin Indonesia. Pertama, saat ini ada rasa kurang nyaman, ada kegelisahan kolektif sebagai bangsa dalam berbagai hal, seperti kerukunan berbangsa, keadilan dan demokrasai.

Kedua, ada gejalan kemunduran demokrasi dan ada keinginan terselebung untuk kembali ke sistem semi otoriter. “Demokrasi saat ini tidak membawa kemakmuran bagi rakyat, kecuali untuk kalangan elit. Kami ingin mengubah demokrasi sehingga membawa kemakmuran untuk semua rakyat Indonesia,” ujarnya.

Ketiga menurut dia, demokrasi hanya bermanfaat jiga disertai dengan keadilan. Namun dia melihat, saat ini banyak terjadi ketidakadilan, hukum sering dijadikan alat kekuasaan.

Sebagai pengamat ekonomi, dia juga menilai pertumbuhan ekonomi selama 3 tahun terakhir stagnan di angka 5 persen. Pada hal menurut dia, dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki, rakyat rajin dan ingin bekerja, maka ekonomi Indonesia bisa ditingkatkan ke 10 persen tahun 2019-2024.

“Dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu, akan banyak tersedia lapangan kerja, upah akan meningkat dan kemiskinan akan berkurang,” pungkasnya. (chan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top