Polhukam

Achmad Baidowi Nilai Tudingan Gerindra Soal Capres Tunggal Tidak Punya Dasar

PARLEMENTARIA.COM– Wakil Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi menilai, tudingan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang menyebutkan partai pendukung Presiden Jokowi (Jokowi) ingin calon tunggal dalam Pilpres 2019 itu tidak punya dasar.

“Saya nilai tudingan itu tidak memiliki dasar. Dengan ketentuan 20 persen kursi sebagai syarat dukungan capres, sudah hampir pasti tidak ada calon tunggal. Sedikitnya ada dua calon,” kata Achmad Baidowi melalui WhatsApp (WA) kepada Parlementaria.com, Jumat (2/3).

Menurut wakil rakyat dari Dapil Jawa Timur X (Madura-red) tersebut, parpol di luar koalisi Jokowi masih bisa membentuk poros koalisi baru. Meski nanti tercipta calon tunggal, itu bukan sesuatu yamg haram dalam demokrasi.
Apalagi pada pilkada, ungkap anggota Komisi II DPR RI ini, fenomena calon tunggal banyak terjadi. Namun, tidak ada niat sedikit juga kami dari partai koalisi pendukung pemerintah untuk menciptakan calon tunggal dalam pilpres,” kata laki-laki yang akrab disapa Awiek ini.

Bukti lain, kata Awiek, tidak semua parpol masuk koalisi pemerintahan. Dan, yang sudah masuk koalisi pemerintahan saja belum semuanya deklarasi ke Jokowi. “Jadi, berpolitik normal dan alamiah saja agar tak mencurigai pihak lain,” kata dia.

Pada kesempatan terpisah, anggota Komisi II DPR RI dari Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily menyebut apa yang dikatakan kader Partai Gerindra itu isu lama. “Itu isu lama yang telah menjadi perdebatan dalam pembahasan UU Pemilu. Saya kira perdebatan itu sudah clear ya,” kata Ace.

Dikatakan, tugas partai politik sekarang adalah bagaimana melaksanakan UU Pemilu. Karena itu dia meminta Gerindra bekerja lebih keras mencari dukungan. “Yakinkan dong partai lain untuk memenuhi ambang batas yang disyaratkan UU,” kata Wakil Sekjen Partai Golkar ini.

Anggota fraksi Nasdem DPR RI, Johnny G Plate mempertanyakan kecurigaan Partai Gerindra yang menduga ada desain koalisi parpol pendukung Jokowi agar hanya ada calon tunggal dalam pilpres mendatang.

“Tudingan itu hanya cari perhatian. Cerita itu karangan siapa? Jangan-jangan dengan sengaja dibuat agar menjadi perhatian publik, atau pun bisa saja mengelabui publik,” kata Plate.

Dikatakan, adanya calon lain bukan tergantung Jokowi, tetapi lobi antar pimpinan parpol. “Kenapa sampai saat ini belum ada parpol yang resmi mendeklarasi capres selain Jokowi.”

Masih ada kemungkinan koalisi lain guna menantang Jokowi di pilpres 2019. Karena itu, dia berharap ada calon yang bisa menyaingi Jokowi. “Jangan-jangan pihak sebelah tidak ingin membentuk koalisi kedua. Kami tentu berharap, agar tetap ada kontestasi Pilpres setidaknya dua paslon.”

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria mengaku sudah mendeteksi desain yang dilakukan partai pendukung pemerintah, agar ada calon tunggal dalam pilpres 2019. Gerindra menentang adanya calon tunggal di Pilpres 2019.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top