Pengawasan

Taufik Kurniawan: Perairan Indonesia Rawan Penteludupan Termasuk Narkoba

PARLEMENTARIA.COM– Pimpinan DPR RI mengapresiasi kinerja Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional, dan Bea dan Cukai yang berhasil mengungkap temuan 1,6 ton narkoba di perairan Anambas, Kepulauan Riau, Minggu lalu.

Kapal berbendera Singapura itu ditangkap saat bergerak dari Malaysia menuju Taiwan. “Kami mengapresiasi kinerja aparat yang telah mengungkap narkoba seberat 1,6 ton itu. Narkoba sebanyak itu, menjadi ancaman yang sangat besar bagi Indonesia. Kami apresiasi aparat bisa mencegah masuk wilayah Indonesia,” kata Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan kepada sejumlah awak media di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (20/2).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan, sebagai negara kepulauan yang wilayahnya begitu luas memang rawan terhadap berbagai penyelundupan, termasuk narkoba.

Karena itu, wakil rakyat dari Dapil Jawa Tengah ini meminta aparat terkait, untuk mengintensifkan pengamanan di pelabuhan-pelabuhan ‘tikus’ dan wilayah perbatasan.

“Kami berharap aparat terkait dapat melakukan patroli dan pengawasan terhadap pelabuhan-pelabuhan tikus, dan pulau-pulau yang berbatasan dengan negara tetangga. Apalagi Kepri berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Narkoba ini menjadi ancaman yang serius bagi Indonesia,” tegas Taufik.

Sementara itu Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengatakan, kapal berbendera Taiwan itu diketahui membawa 1,6 ton narkoba berjenis sabu. Kapal itu diketahui bolak-balik di perairan Kepulauan Riau sejak Desember 2017 sampai ‘diamankan’ di Pelabuhan Sekupang, Batam, Kepri.

Seperti diberitakan, tim gabungan Badan Reserse Kriminal Polri, Polda Metro Jaya, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea Cukai mengamankan kapal ikan yang membawa 1,6 ton sabu-sabu di perairan Karang Helen Mars Batam, Kepulauan Riau, Selasa (20/2) dinihari.

Ini merupakan kali kedua petugas keamanan mengamankan pengiriman sabu masuk wilayah Indonesia. Pekan lalu, aparat TNI AL mengamankan kapal berbendera Singapura, Sunrise Glori yang membawa sekitar 1 ton sabu-sabu di Perairan Selat Philips, berdekatan dengan perairan Kota Batam, Kepulauan Riau.

“Kita mengamankan satu unit kapal ikan berisi jaring ketam asal Taiwan berbendera Singapura tanpa kelengkapan dokumen,” kata Direktur IV Tindak Narkoba Bareskrim Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Eko Daniyanto.

Dalam operasi itu, aparat gabungan juga menangkap warga Singapura bernama Tan Mai (69), Tan Yi (33), Tan Hui (43) dan Liu Yin Hua (63). Eko mengatakan tim gabungan telah menyelidiki dan mengawasi jaringan pengiriman sabu-sabu ke Indonesia itu sejak tiga bulan lalu.

Tim tindak bergabung dengan Kapal Bea Cukai dengan Nomor Lambung BC 2005 menuju Perairan Anambas Kepri. Penangkapan ini bermula ketika Minggu (18/2), tim gabungan berpatroli kembali di Perairan Anambas Kepri dan kemudian tim menerima informasi mengenai titik koordinat kapal yang menjadi target di koordinat 01.09.227 U atau 103.48.023 T.

Petugas lalu mengejar kapal yang diduga mengangkut barang haram tersebut, dan pada Selasa sekitar pukul 02.00 WIB, menggunakan Kapal BC Nomor Lambung 7005, petugas mengamankan satu kapal asal Taiwan berbendera Singapura yang tidak dilengkapi dokumen di Perairan Karang Helen Mars, dekat Karang Banteng.

Petugas menggiring kapal itu menuju Pangkalan Bea Cukai Sekupang dengan Kapal Bea Cukai pukul 08.00 WIB. Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas menemukan 81 karung yang diduga berisi sabu-sabu dengan berat sabu-sabu di masing-masing karung 20 kilogram.

Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau Irjen Pol Didit Widjanardi mengatakan penangkapan itu dilakukan berdasarkan penyelidikan yang dilakukan sejak November 2017. Satuan Tugas bersama jajaran Polda, Bareskrim Polri dan Bea Cukai, menangkap kapal ikan pembawa sabu-sabu itu menggunakan kapal Bea Cukai.

Kepala Bea dan Cukai Batam Susila Bratam mengatakan pihaknya mengerahkan dua kapal dalam operasi itu. Selain mengamankan sabu-sabu di kapal itu, aparat keamanan menangkap empat orang dari kapal tersebut. “Tersangka empat orang Warga Negara Tiongkok,” kata Didit.

Hingga saat ini, aparat masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan mencari barang bukti lain. Saat ini kapal pembawa narkoba itu diamankan di Pelabuhan Sekupang, Batam.

Seperti diberitakan, sebelumnya aparat TNI AL mengamankan kapal berbendera Singapura, Sunrise Glori, yang membawa sekitar 1 ton sabu-sabu di Perairan Selat Philips, berdekatan dengan perairan Kota Batam, Kepulauan Riau.

Dalam keterangan pers yang disampaikan Dispenal melalui pesan singkat di Batam, Sabtu, tim menemukan barang bukti Narkoba berupa sabu-sabu sebanyak 41 karung beras dengan perkiraan seberat 1000 kg di atas tumpukan beras, dalam palka bahan makanan.

Dispenal menerangkan, pada Rabu (7/2) sekitar pukul 14.00 WIB, KRI Siguror menangkap Kapal Sunrise Glory di Perairan Selat Philips, dengan kordinat 01.08.722 U/103.48.022 T karena melintas diluar TSS dan masuk perairan Indonesia dengan mengibarkan bendera Singapura.

Pada saat pemeriksaan, dokumen yang ada di kapal diindikasikan palsu. Kemudian kapal tersebut ditarik ke Dermaga Batu Ampar Batam. Keesokan harinya, pada Kamis (8/2), sekitap pukul 16.00, KRI menyerahterimakan kapal tangkapan itu ke Lanal Batam.

Pada Jumat (9/2) sekitar pukul 15.00 WIB Kapal Sunrise Glory digeser dari Dermaga Batu Ampar ke Dermaga Lanal Batam, dan selanjutnya dilaksanakan pengecekan terhadap ABK Sunrise Glory oleh Tim WFQR Lantamal IV/Lanal Batam, BNN Pusat, BC Pusat dan BC Batam.

“Dan tepat pada pukul 18.00 WIB, tim berhasil menemukan barang bukti narkoba berupa sabu-sabu sebanyak 41 karung beras dengan perkiraan 1.000 kg barang tersebut ditemukan di atas tumpukan beras dalam palka bahan makanan,” sebut Dispenal.

Rencananya, Wakasal bersama Kabareskrim Polri, Kepala BNN, Aspam Kasal, Pangarmabar, Kadispamal dan Kadispenal akan melakukan konfrensi pers pada Sabtu (10/2) untuk memberikan keterangan lebih rinci. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top