Breaking News
Pengawasan

Neta S Pane: Tindakan Briptu R Kurangi Kepercayaan Publik Terhadap Polisi

×

Neta S Pane: Tindakan Briptu R Kurangi Kepercayaan Publik Terhadap Polisi

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM– Tindakan Briptu R yang menembak mati kader muda partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Fernando Al Wowor di Bogor, akhir pekan lalu semakin mengurangi kepercayaan publik dan elektabilitas 10 anggota Polri yang maju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, 27 Juni mendatang.

Karena itu, kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane dalam siaran pers yang diterima Parlementaria.com, Senin (22/1), oknum Brimob ‘koboi’ itu harus segera dipecat sebagai anggota Polri.

“Pelaku harus dihukum berat dan dipecat dari kepolisian. Jika melihat kronologis kasus penembakan tersebut, jelas latarbelakangnya adalah sikap arogansi aparatur keamanan,” kata Neta.

Menurut Neta, ada tiga pertanyaan di balik penembakan ini. Pertama, dari mana anggota Brimob tersebut mendapat senjata api karena yang digunakan untuk menembak korban sepertinya bukan senjata organik Korps Brimob.

Kedua, dari mana yang bersangkutan bisa mendapatkan motor gede sehingga dia bisa bersikap begitu arogan dan semena-mena dengan anggota masyarakat.

Ketiga, kasus penembakan tersebut menunjukkan betapa lemahnya pengawasan anggota Korps Brimob oleh atasan dan institusi sehingga seorang anggotanya bisa bebas bergentayangan pada malam hari dengan membawa senjata api.

Sikap semau gue anggota Brimob itu, kata Neta, menunjukkan bahwa ada masalah serius di lembaga elit kepolisian tersebut antara lain atasan tidak punya wibawa dimata bawahan dan tidak mampu mengawasi sikap prilaku anak buahnya.

“Kasus penembakan tersebut tentu mencoreng Korps Brimob dan bisa berpengaruh serius pada mantan Dankor Brimob yg akan mengikuti pilkada di Maluku.”

Bagaimana juga, lanjut Neta, ini akan membuat masyarakat takut jika bertemu dan berurusan dengan anggota Brimob. Untuk itu Polri hrs mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas atasannya yg ceroboh mengawasi anak buahnya.

“Partai Gerindra dan masyarakat harus terus mengawasi kasus ini agar diusut tuntas dan tidak terulang. Selain itu Korps Brimob perlu meminta maaf kepada publik dan keluarga korban atas kasus ini,” demikian Neta S Pane. (art)

Komentar