Breaking News
Polhukam

Jazuli: Bila Akui Kampiun Demokrasi, AS Harus Berhenti Buat Kekacauan Dunia

×

Jazuli: Bila Akui Kampiun Demokrasi, AS Harus Berhenti Buat Kekacauan Dunia

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM– Gelombang aksi massa dalam beberapa minggu terakhir disejumlah kota di tanah air seperti Jakarta, Surabaya, Makasar dan Bandung menunjukkan begitu besar cinta dan solidaritas rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina.

Aksi tersebut, kata Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, Jazuli Juwaini dalam keterangannya melalui WhatsApp (WA) kepada Parlementaria.com, Minggu (17/12), sekaligus bentuk dari kecaman dan kemarahan rakyat Indonesia atas klaim sepihak Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Israel atas Yerusalem.

Seperti disiarkan langsung sejumlah stasiun televisi di tanah air, jutaan massa habis shalat subuh mulai bergerak menuju Jalan Merdeka Selatan. Sebagian besar massa terutama yang datang dari daerah, bergerak dari Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Yang lain datang setelah menginap di rumah keluarga dan kerabat di sekitar Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi (Jabodetabek}.

“Jangan tanya cinta dan solidaritas rakyat Indonesia untuk kemerdekaan Palestina. Aksi hari ini menjadi momentum mengukuhkan solidaritas kemerdekaan Palestina sekaligus dukungan atas seruan MUI memboikot (produk) AS jika tidak segera membatalkan klaim Yerusalem sebagai ibukota Israel,” tegas Jazuli.

Wakil rakyat dari Dapil Provinsi Banten III tersebut merasa bangga dan mengapresiasi aksi yang dipimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) dimana mampu menyatukan berbagai Ormas dan elemen rakyat. Mereka bersatu untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina yang tertindas akibat penjajahan Israel.

“Kita merasakan betapa pahitnya dijajah ratusan tahun. Untuk itu kita berkomitmen membebaskan Palestina dari penjajahan Israel karena satu-satunya bangsa yang belum merdeka ialah Palestina,” kata Jazuli.

Terlebih, lanjut tokoh masyarakat Tangerang Selatan ini, dalam catatan sejarah kemerdekaan Indonesia negara-negara Arab termasuk bangsa Palestina yang pertama kali mengakui kemerdekaan kita.

Dukungan Palestina ini diwakili oleh mufti besar Palestina, Muhammad Amin Al-Husaini yang secara terbuka mengucapkan selamat atas kemerdekaan Indonesia.

Khusus kepada Pemerintah AS, Jazuli yang ustadz ini meminta Amerika Serikat berhenti membuat kekacauan dunia dengan sikapnya yang mengabaikan upaya mewujudkan perdamaian dunia khususnya di Palestina.

“Amerika harus memahami prinsip-prinsip perdamaian dunia. Sebagai negara besar Amerika seharusnya mampu memainkan peran perdamian, menjadi wasit dalam setiap persoalan konflik dan pertikaian dunia, bukan menciptakan konflik dan mendukung penjajahan seperti sikapnya saat ini.”

Jika tidak, lanjut Jazuli, Amerika jangan lagi ‘sok’ mengaku sebagai kampiun demokrasi dan polisi dunia. Sikap Presidennya yang membabi buta membela penjajah Israel sungguh mengecewakan dan tak bisa ditolelir masyarakat dunia. (art)

Komentar