PARLEMENTARIA.COM– Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) melalui Panitia Kerja Sustainable Development Goals (Panja SDGs) mendorong pemerintah dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera menerapkan program SDGs atau pembangunan berkelanjutan didalam negeri.
Ini adalah Panja inisiasi DPR. Kita tidak hanya berhenti di titik itu. Panja SDGs DPR RI sejak awal pembentukannya juga aktif berkomunikasi secara bilateral maupun multilateral dalam menyerap praktik cerdas dari negara atau organisasi internasional lainnya.
“Sering Panja SDGs menyumbang ide dan saran dalam forum-forum internasional. Karena itu, kita mendorong pemerintahmenerapkan program SDGs,” kata pimpinan BSAP DPR RI, Nurhayati Ali Assegaf,” di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/12).
Politikus senior Partai berlambang Bintang Mercy itu mengatakan, anggota Panja SDGs DPR RI datang dari lintas komisi dan fraksi yang ada di DPR RI sehingga membuat Panja mengerti tentang tujuan-tujuan yang tersua dalam SDGs.
Dalam kunjungan Panja ke Parlemen Georgia, Delegasi melakukan pertemuan dengan tiga Komite (Komite Lingkungan, Komite Ekonomi serta Komite Hubungan Luar Negeri) Parlemen Georgia, ada upaya Parlemen Georgia dalam pengembangan institusi yang kuat (Goal 16).
Parlemen Georgia telah mengadopsi Deklarasi OGP tentang Pemerintahan Terbuka untuk Pelaksanaan Agenda 2030 dalam rangka Pembangunan berkelanjutan. Deklarasi ini mencatatkan Parlemen Georgia sebagai cabang legislatif pertama di dunia yang telah menyetujui deklarasi OGP.
Menurut Nurhayati, Parlemen Georgia telah mengadopsi sebuah Rencana Aksi untuk memastikan keterbukaan di Parlemen, transparansi informasi parlementer.
Parlemen Georgia juga memfasilitasi keterlibatan warga negara dalam proses parlementer dan legislatif sesuai dengan prinsip-prinsip Kemitraan Pemerintahan Terbuka (Open Government Partnership/ OGP).
“Prinsip OGP ini memungkinkan warga Georgia untuk mengomentari rancangan undang-undang dan undang-undang yang baru diadopsi atau yang tengah dikerjakan pemerintah maupun parlemen mereka,” kata Nurhayati Ali Assegaf. (art)






