Breaking News
Polhukam

Jazuli: Klaim Atas Yerussalem Bentuk Penindasan, Kezaliman dan Penjajahan

×

Jazuli: Klaim Atas Yerussalem Bentuk Penindasan, Kezaliman dan Penjajahan

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM– Ratusan ribu massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sejumlah massa Ormas Islam dan kelompok lembaga pro kemanusiaan mengikuti Aksi Bela Palestina di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (10/12).

Para pendemo mengibar-ngibarkan bendera Merah Putih dan Palestina, mengangkat poster Bela Palestina dan menolak pengakuan sepihak Yerussalam sebagai ibukota Israel oleh Presiden Donald Trump beberapa waktu lalu.

Tampil di atas panggung menyampaikan orasi sejumlah tokoh antara lain Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, Ketua Umum Persatuan Umat Islam (PUI) KH Nazar Haris, Ketua Umum Mathlaul Anwar KH Ahmad Sadeli Karim, ormas lainnya serta sejumlah perwakilan lembaga kemanusiaan dan elemen masyarakat peduli Palestina.

Mendapat giliran berorasi, Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini menegaskan bahwa aksi damai ini dilakukan untuk melaksanakan amanat Konstitusi UUD 1945 yang memerintahkan (rakyat) Indonesia untuk aktif mewujudkan perdamain dunia.

“Kita berkumpul di sini karena cinta damai dan perdamaian dunia. Sebaliknya kita punya kewajiban konstitusional untuk menghapuskan segala bentuk penjajahan di atas dunia,” terang Jazuli mengawali orasinya.

Seluruh rakyat Indonesia berada di pihak Palestina dan mendukung perjuangan rakyat Palestina dari penjajahan Israel. Segala upaya memperparah penjajahan Israel atas rakyat Palestina pasti kita tolak.

Kita hadir di sini, kata Jazuli, untuk menentang kebijakan Presiden Donald Trump yang secara sepihak mendeklarasikan Yerussalem sebagai ibukota Israel.

“Kebijakan Donald Trunp tersebut sama saja dengan penindasan, kezaliman dan penjajahan. Kita akan perangi seluruh bentuk penjajahan di muka bumi ini,” tegas Jazuli disambut pekik merdeka dan takbir peserta aksi.

Pengakuan sepihak Yerussalem sebagai ibukota Israel, lanjut Jazuli, jelas menciderai semangat pembebasan rakyat Palestina dari penjajahan Israel.

“Kita tolak klaim tersebut karena Yerussalem adalah milik Palestina. Yerussalem, di dalamnya terdapat komplek Masjid Al-Aqsa, kiblat pertama umat Islam sehingga memiliki tempat tersendiri di hati 1,7 milyar umat muslim dunia,” tegas ulama tersebut.

“Klaim penguasaan Yerussalem akan semakin merestriksi dan merepresi rakyat Palestina dan muslim sedunia untuk berkunjung dan beribadah ke Masjid Al-Aqsa. Dengan demikian sama saja melawan 1,7 milyar muslim sedunia,” terang dia.

Selain itu, penjajahan dan perlakuan keji tentara Israel terhadap rakyat Palestina telah menjadi isu kemanusiaan internasional yang menyulut aksi solidaritas kemanusiaan dunia untuk Palestina. Rasa kemanusiaan dunia juga akan terlukai akibat kebijakan sepihak itu.

Trump Akan Terjungkal

Atas kebijakan sepihak yang blunder tersebut, Ketua Fraksi PKS DPR ini meminta agar Pemerintah Amerika Serikat dan Presiden Donald Trump membatalkan klaim itu.

Jazuli juga mengingatkan negara adi daya itu khususnya Donald Trump untuk tidak bermain-main dengan kemarahan umat Islam dunia, termasuk umat-umat agama lain yang peduli pada perdamaian dan isu kemanusiaan rakyat Palestina. Jika tidak, kita pastikan AS akan dikucilkan dan Donald Trump akan terjungkal.

Mayoritas pemimpin negara di dunia dan rakyatnya mengecam keputusan Amerika Serikat dan Presiden Donald Trump. Di berbagai belahan dunia berlangsung aksi bela Palestina.

“Jika Donald Trump dan pemerintah Amerika Serikat tidak bergeming dengan teriakan masyarajat dunia ini, kita yakin Amerikat Serikat serta Donald Trump pasti akan dikucilkan dunia dan kepemimpinannya akan terjungkal,” kecam Jazuli.

Wakil rakyat Dapil Provinsi Banten ini lebih jauh mengatakan, kita mengapresiasi pernyataan tegas Presiden Jokowi dan Pemerintah RI soal isu Yerusalem diakui AS dan Trump sebagai ibukota Israel. i

Namun, kita ingin agar ada langkah lebih maju menggalang kekuatan negara-negara dunia di kawasan, melalui forum OKI dan forum PBB untuk menolak dan menerbitkan resolusi atas klaim sepihak yang melanggar banyak kesepakatan dan resolusi dunia tersebut.

“Klaim itu jelas melanggar resolusi PBB dan menjustivikasi serta memperparah penjajahan Israel atas Palestina. Kita dorong Pemerintah untuk menggalang aksi penolakan dengan negara-negara lainnya,” demikian Jazuli Juwaini. (art)

Komentar