Uncategorized

Zulkifli Hasan: Jangan Endapkan Dana Pendidikan di Rekening Bank

PARLEMENTARIA.COM– Jangan endapkan di rekening bank anggaran pendidikan yang diperuntukkan buat bea siswa khususnya mahasiswa yang menuntut ilmu ke luar negeri.

Itu dikatakan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan usai menjadi pembicara kunci (keynote speaker) Simposium Nasional ‘Mencerdaskan Kehidupan Bangsa’ yang digelar Lembaga Kajian MPR RI di Gedung Nusantara V Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (7/12).

Dikatakan, kita punya dana dari Anggaran Pendapan dan Belanja Negara (APBN) yang dimasukkan ke dalam Badan Layanan Umum (BLU) setiap tahunnya.

“Bunga dana tersebut digunakan untuk bea siswa. Jadi, bunga dana itu jangan ditahan dalam rekening tetapi harus segera disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya,” ungkap dia.

Dikatakan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ini, dana sebanyak itu jangan dijadikan dana abadi. Seluruhnya gunakan untuk bea siswa sehingga Indonesia bisa mengirim mahasiswa lebih banyak untuk menuntut ilmu di luar negeri.

Dari pada menyimpan dana untuk bea siswa di bank, kata Zulkifli Hasan, akan jauh lebih baik dan bermanfaat jika bangsa ini berinvestasi dalam bidang Sumber Daya Manusia (SDM).

Hal seperti itu, lanjut wakil rakyat dari Dapil Provinsi Lampung ini, telah dilakukan negara lain termasuk Malaysia. “Jadi, dana  itu dijadikan bea siswa keseluruhannya saja. Kita kirim dosen atau mahasiswa ke luar negeri untuk menuntut ilmu.”

Menurut Menteri Kehutanan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II ini, pendidikan sangat besar perannya membesarkan sebuah negara. Tanpa ilmu pengetahuan, berbagai bentuk kekayaan sumber daya alam, diyakini tidak akan memberi manfaat yang maksimal.

“Tidak akan bermanfaat besarnya jumlah kekayaan alam jika kita tidak berilmu, bukan anak bangsa yang mengolahnya. Untungnya, bangsa ini sudah memiliki pondasi yang sangat kokoh dibidang pendidikan.”

Hanya saja, lanjut Zulkifli Hasan, pelaksanaan pendidikan di Indonesia yang belum maksimal. Secara pondasi tentang pendidikan, kita ini sangat kokoh.

Dalam pembukaan UUD 1945, kata dia, disebutkan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa. Undang-undang juga menjamin anggaran pendidikan 20 persen dari APBN.

Sedangkan negara lain seperti Amerika Latin, anggaran pendidikan negara itu rata-rata tiga persen. “Peru tiga persen, Brazil lima persen. Kita sudah jauh lebih maju dibanding negara lain. Pondasinya sudah kokoh tinggal implementasinya,” demikian Zulkifli Hasan. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top