Breaking News
Galeri

Buku Refleksi Diplomasi Suryopratomo Diluncurkan di HPN 2026 Banten

×

Buku Refleksi Diplomasi Suryopratomo Diluncurkan di HPN 2026 Banten

Sebarkan artikel ini
Foto bersama jelang bedah buku Suryopratomo di HPN 2026 Banten. (Foto Syafruddin AL)

PARLEMENTARIA.COM — Rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten menjadi panggung peluncuran dan bedah buku karya jurnalis senior Suryopratomo, Minggu (8/2/2026). Kegiatan yang digelar di Hotel Aston, Serang, ini menegaskan tradisi intelektual pers Indonesia dalam merawat literasi dan refleksi kebangsaan.

Buku yang diluncurkan merupakan catatan reflektif Suryopratomo selama menjalankan tugas negara sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura periode 2020–2025.

Melalui pengalaman diplomatik tersebut, penulis yang akrab disapa Mas Tommy mengurai dinamika hubungan bilateral, kerja diplomasi di masa krisis global, hingga perspektif personal seorang jurnalis ketika berada di ruang kebijakan internasional.

Peluncuran dan bedah buku ini berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh keakraban, dihadiri ratusan wartawan dari berbagai daerah yang mengikuti agenda HPN Banten 2026.

Sejumlah tokoh pers nasional turut hadir, di antaranya Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat serta Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria.

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia Pusat, Akhmad Munir, dalam sambutannya menilai buku tersebut sebagai karya penting yang memperkaya khazanah literasi pers Indonesia. Ia menyebut pengalaman Suryopratomo bukan hanya relevan bagi kalangan diplomat, tetapi juga menjadi bahan pembelajaran bagi jurnalis dalam memahami relasi media, negara, dan kepentingan nasional.
“Buku ini bukan sekadar catatan tugas, tetapi refleksi mendalam yang penuh pelajaran. Banyak pengalaman Mas Tommy yang membuka wawasan tentang bagaimana Indonesia dipersepsikan di tingkat global,” ujarnya.

Suryopratomo sendiri dikenal sebagai jurnalis yang pernah berkiprah di berbagai media arus utama nasional sebelum dipercaya mengemban amanah diplomatik.

Perpindahan peran dari ruang redaksi ke meja perundingan internasional memberi sudut pandang unik yang menjadi kekuatan utama buku tersebut.

Peluncuran buku ini menjadi salah satu penanda bahwa HPN 2026 di Banten tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, melainkan momentum penguatan kualitas jurnalisme melalui karya tulis yang berorientasi pada pengetahuan, refleksi, dan tanggung jawab kebangsaan.

Dengan menghadirkan dialog antara pengalaman jurnalistik dan diplomasi, buku Suryopratomo mempertegas peran pers sebagai pilar demokrasi yang tidak berhenti pada penyampaian berita, tetapi juga ikut membangun pemahaman publik tentang Indonesia dan dunia. (@l)

Komentar