Polhukam

Gatot Nurmantyo Antar Marsekal Hadi Uji Kepatutan dan Kelayakan di DPR

PARLEMENTARIA.COM– Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama Kepala Staf Angkat Darat (KSAD), Jenderal TNI Mulyono dan Kepala Staf Angkat Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi mengantar Marsekal Hadi Tjahjanto menghadiri uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai calon Panglima TNI.

Marsekal Hadi Tjahjanto diajukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke DPR RI sebagai pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI karena yang bersangkutan memasuki masa pensiun Maret tahun depan.

Calon Panglima TNI yang menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi I DPR RI adalah seorang perwira tinggi TNI Angkatan Udara lulusan Akademi Angkatan Udara 1986 dan Sekolah Penerbang TNI AU 1987. Dia lahir di Malang, Jawa Timur, 8 Nopember 1963.

“Saya bersama Pak KSAD dan Pak KSAL mengantarkan Pak Hadi sebagai wujud para senior secara akademik tiga tahun,” kata Jenderal Gatot Nurmantyo menjelang uji kepatutan dan kelayakan di ruang sidang Komisi I DPR RI Gedung Nusantara II Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (6/12).

Gatot mengatakan, kehadirannya bersama KSAD dan KSAL menunjukkan bahwa para senior siap dipimpin Hadi apabila itu disetujui DPR sebagai Panglima TNI.

Menurut dia, kehadiran para senior tersebut sangat penting karena dalam Akademi Militer, kesan senior-junior terlihat, namun dengan kehadiran KSAD dan KSAL menunjukkan bahwa para senior siap dipimpin Hadi.

“Saya sebagai Panglima TNI menjadi kebanggaan bahwa Presiden memilih di antara KSAD, KSAL, dan KSAU maka sepantasnya saya mengantar ke sini,” kata jenderal bintang empat ini.

Gatot menegaskan ketika DPR menyetujui Hadi sebagai Panglima TNI maka dirinya secara tulus akan menyerahkan tongkat kepemimpinan di TNI.

Gatot bersama KSAD dan KSAL hanya mengantarkan Hadi hingga di loby Nusantara II, setelah itu ketiganya pergi meninggalkan Kompleks Parlemen.

Sebelumnya, Komisi I DPR memastikan akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI pada Rabu (6/12), setelah diputuskan dalam Rapat Internal Komisi I DPR pada Selasa (5/12) siang.

“Kami baru saja selesai rapat Komisi I DPR dan disepakati bahwa besok dilakukan uji kelayakan dan kepatutan mulai pukul 10.00 WIB,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR TB. Hasanuddin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan pukul 10.00 WIB dimulai prosesnya dengan dilakukan pemeriksaan administrasi calon Panglima TNI lalu pukul 10.45 WIB baru dimulai uji kelayakan dan kepatutan.

Menurut dia, uji kelayakan tersebut akan dilakukan secara terbuka ketika pemaparan visi-misi namun saat pendalaman akan dilakukan tertutup karena kemungkinan banyak hal yang sifatnya rahasia. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top