Polhukam

Fahri Heran, Kok ‘Nyanyian’ Orang Dijadikan Penyidik KPK Tetapkan Tersangka Korupsi

PARLEMENTARIA.COM– Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah heran dengan cara kerja penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menetapkan seseorang tersangka kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.

“Kok penyidik lembaga anti rusuah itu hanya karena ‘nyanyian orang bisa menetapkan tersangka kasus korupsi,” kata deklarator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu di Gedung Parlemen Senaya, Jakarta.

Itu diungkapkan politisi senior tersebut berkaitan dengan ‘nyanyian” bekas bendahara umum Partai Demokrat, M Nazarudin soal korupsi KTP) elektronik yang dijadikan landasan penyidik KPK menjerat para pelaku korupsi.

Diantara ‘nyanyian’ seksi Nazarudin adalah kerugian negara yang mencapai Rp 2,3 triliun. Dan, dana itu sebagian mengalir ke anggota DPR RI 2009-2014. Nyanyian itu pula yang membuat KPK menahan Ketua DPR RI, Setya Novanto.

Gugatan dan kritikan Fahi ke KPK terkait kasus KTP elektronik ini, agar lembaga ad hoc yang dibentuk era reformasi 15 tahun silam itu dapat membuktikan pernyataannya soal kerugian negara Rp 2,3 triliun.

“Gugatan saya ke KPK di kasus KTP elektronik itu bagus. Ini harus menjadi ujian KPK dari rakyat, karena tuduhan kerugian negara tidak terbukti,” ucap Fahri.

Dikatakan wakil rakyat dari Nusa Tenggara Barat ( NTB) itu, bila KPK tidak mampu membuktikan tuduhannya, ini berarti lembaga sudah menjadi ahli fitnah bagi rakyat di bangsa ini.

“Jika tuduhan kerugian negara itu tidak terbukti, bearti KPK menjadi mesin fitnah rakyat Indonesia,” kata peraih suara terbanyak PKS pada pemilu legislatif 2014 tersebut.

Seperti diberitakan, dalam kasus korupsi KTP elektronik, Nazarudin mengakui, banyak dana yang mengalir ke saku para anggota DPR.

“sebagai lembaga resmi penegak hukum dalam pemberantasan korupsi di tanah air, harusnya KPK menggunakan audit lembaga negara yang resmi seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atau yang memang berhak untuk itu. Bukan nyanyian Nazarudin sebagai terpidana berbagai kasus korupsi,” demikian Fahri Hamzah. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top