Polhukam

Ujang: Kasus Hukum Setya Novanto Akibatkan Golkar Terpuruk

PARLEMENTARIA.COM– Masalah hukum yang melilit Ketua Umum Partai Golkar, Setyo Novanto mengakibatkan partai berlambang Pohon Beringin tersebut semakin terpuruk terutama menghadap[i Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada serentak 2018 serta pemilu legislatif yang bersamaan penyelenggaraannya dengan Pemilu Presiden (Pilpres) tahun berikutnya.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menanggapi tersangkutnya Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik yang merugikan keuangan negara sekitar Rp 2,3 triliun.

“Dengan pemberitaan media yang sangat luar biasa, nama Golkar sudah terpuruk karena Novanto ini,” kata Komarudin di Jakarta, Kamis (16/11). “Setya Novanto tidak lama lagi akan menjadi tahanan KPK. Novanto tak akan bisa menghindar lagi.”

Seperti diketahui, penyidik KPK mendatangi rumah Novanto, di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu malam (15/11). Kedatangan penyidik KPK itu diduga kuat untuk menjemput paksa ketua umum Partai Golkar itu.

Dengan demikian, kata Komaruddin, Partai Golkar saat ini berada di ujung tanduk. Menurut dia, seluruh rakyat Indonesia sudah tahu dan terpolarisasi dalam kesadarannya, ketua umum Partai Golkar itu diduga terlibat korupsi mega proyek KTP elektronik.

Komaruddin mengingatkan, Partai Golkar –salah satu partai politik pendukung pemerintahan Jokowi-Kalla– harus segera diselamatkan dari degradasi. Namun, demi menyelamatkan Partai Golkar, dia yakin partai politik sudah memiliki mekanisme tersendiri. “Golkar itu partai besar, partai mapan dan partai yang sudah berpengalaman. Saya yakin Golkar bisa menyelesaikan itu.”

Komaruddin menyarankan, Partai Golkar harus fokus menatap ke depan, yaitu Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, jangan hanya urus masalah hukum atau pulang-pergi KPK dan pengadilan saja. “Golkar harus berani mengambil keputusan, meskipun langkah paling berat harus ditempuh. Jika tidak, bahaya. Golkar bisa hancur berkeping-keping,” demikian Ujang Komarudin. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top