PARLEMENTARIA.COM– Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Dapil Jawa Barat IX, KH Maman Imanul Hag Faqih menilai, Kabupaten Majalengka saat ini sudah masuk katagori daerah darurat teroris.
Penilaian tersebut disampaikan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mizan, Majalengka tersebut setelah aparat keamanan berhasil membekuk terduga teroris asal Majalengka di Cirebon, Jawa Barat awal pekan ini.
“Majalengka sudah darurat teroris. Sudah banyak terduga teroris ditangkap aparat keamanan yang berasal dari Kabupaten Majalengka. Karena itu, semua harus introspeksi diri. Ada yang salah di Majalengka terkait pendidikan dan agama,” kata Maman, Selasa (19/9).
Politisi kelahiran 12 Agustus 1972 itu mengatakan, dulu Majalengka dikenal sebagai daerah penghasil tokoh agama yang toleran, damai dan mencintai tanah air. Contohnya KH Abdul Halim PUI yang jadi pahlawan Nasional dan KH Abdul Halim Leuwimunding yang jadi tokoh NU.
Jatiwangi, tempat adanya terduga teroris Imam Mulyana, adalah tempat kelahiran Ayip Rosidi dan Ayip Bakar, dua penulis hebat yang sangat terkenal.
“Inilah momentum kita kembali membangun Majalengka yang religius dan damai, melawan gerakan teroris. Inilah yang harus menjadi prioritas kita bersama saat ini,” kata Maman.
Untuk mencegah agar gerakan terorisme tidak berkembang luas, terutama di kalangan kaum muda, Maman mengingatkan kaum muda agar tidak mudah terprovokasi ideologi menyesatkan.
Dia juga minta agar kaum muda tidak mudah digiring untuk mengikuti paham-paham atau kelompok teror yang saat ini meresahkan dunia, seperti kelompok teror ISIS.
Untuk itu kata kang Maman, menjadi tugas orang tua agar selalu menjaga anaknya agar tidak terlibat paham yang selalu menebarkan kebencian, intoleransi dan radikalisme di ruang publik.
Kepada aparat keamanan, politisi ini Maman mengimbau agar bersikap tegas menanggapi aksi teror dan penyebaran paham radikal di masyarakat. “Aparat harus cepat tanggap. Jangan lakukan pembiaran jika itu terjadi di ruang publik.”
Jika aksi dan penyebaran ajaran radikal dibiarkan, lanjut Maman, teroris bakal lebih leluasa bergerak dan melakukan berbagai aksi yang membahayakan nyawa manusia, seperti pembunuhan dan penusukan.
“Teror seperti ini yang harus kita lawan dengan sungguh-sungguh, perlawanan tidak hanya sekadar imbaun verbal atau slogan, tapi harus melibatkan berbagai kalangan dalam masyarakat karena terorisme adalah musuh kita bersama dan sangat membahayakan NKRI,” demikian Maman Imanul Haq Faqih. (art)






