PARLEMENTARIA.COM– Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang bakal maju pada pemilihan Gubernur Jawa Barat pada Pilkada serentak tahun depan masih mencari pasangan yang cocok untuk dia handeng.
Ridwan Kamil mengaku, hasil kajian lembaga survei menyebut sosok yang cocok dia gandeng adalah Deddy Mizwar atau Abdulah Gymnastiar. Deddy Mizwar saat ini masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat. Ketika pigub Jawa Barat sebelumnya, Deddy berpasangan dengan Ahmad Heryawan.
Hal itu sesuai dengan hasil survei yang dilakukan Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Lembaga itu membagi dua kelompok figur yang cocok mendampingi Ridwan Kamil sebagai calon wakil gubernur Jabar mendatang yakni Deddy Mizwar atau Abdullah Gymnastiar yang akrab dengan panggilan Aa Gym.
Dikatakan Ridwan Kamil saat bersilaturahmi ke Pondok Posantren Annur, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, akhir pekan kemarin, Deddy Mizwar dan Aa Gym masuk dalam kelompok A sebagai calon pasangan yang dianggap tepat bagi Wali Kota Bandung itu saat maju pada Pilgub Jabar. “Hasil survei mencatat, bila saya dipasangkan dengan kedua tokoh itu, maka persentase pemilihnya bisa di atas 60 persen.”
Survei itu dilakukan secara acak kepada calon pemilih masyarakat Jabar sejak awal Juni 2017. “Dari hasil survei SMRC itu terlihat ada lompatan tinggi bagi pemilih saya nanti,” kata Kang Emil sapaan akrab walikota Bandung ini.
Namun, Ridwal Kamil tetap membuka peluang kepada partai politik yang berniat serius mengusungnya maju dalam Pilgub Jabar 2018. “Saat ini minimal tiga dan maksimal lima partai politik serius berkomunikasi dengan saya untuk Pilgub nanti. Namun mayoritas mereka mengajukan nama pendamping saya dari kalangan kader internal partainya,” kata dia.
Parpol yang intensif berkomunikasi itu adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat dan Partai Golongan Karya.
Khusus untuk Partai Golkar, kemungkinan bakal menyandingkan Ridwan Kamil dengan Bupati Purwakarta, Deddy Mulyadi. Namun, kader Partai Golkar Kota Cirebon menolak mendukung Dedi Mulyadi yang sudah menerima rekomendasi dari DPP untuk maju pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.
Mmereka berpandangan tokoh dari Pantura adalah yang harus maju. “Kami menolak calon yang diusung Partai Golkar, dalam hal ini saudara Dedi Mulyadi,” kata kader Partai Golkar, Juhaeni, di Cirebon, Senin (7/8).
Dia mengklaim ratusan kader partai Golkar sepakat mendukung tokoh muda Pantura, Daniel Mutaqien, untuk maju mendampingi Ridwan Kamil. Golkar tidak boleh mencalonkan sembarang orang pada Pilkada serentak nanti dan kader Partai Golkar di Pantura, merindukan sosok pemimpin berlatar belakang Pantura.
“Karena selama ini Jabar tidak pernah dipimpin oleh tokoh dari Pantura, kami sangat berharap adanya Gubernur atau Wakil Gubernur Jabar dari Pantura. Saya menilai, Daniel ini memiliki prestasi yang bagus,” demikia Juhaeni. (art)






