PARLEMENTARIA.COM – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon didampingi Wakil Ketua Komisi I Hanafi Rais dan Anggota Komisi I Evita Nursanty menerima kunjungan delegasi Parlemen Korea Selatan, di Gedung Nusantara III Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/7/2017).
Delegasi Parlemen Korea Selatan dipimpin Ketua Komite Pertahanan Won Yoo Chul dengan didampingi tiga orang anggota Parlemen Korea Selatan antara lain Yoo Ki Juni, Hong M OOD Jong dan Yoon Sang Huti.
Dalam pertemuan yang dihadiri juga oleh Duta Besar Korea Selatan Cho Tae Young, Fadli Zon menanyakan situasi di Semenanjung Korea. “Bagaimana situasi di Semenanjung Korea, bagaimana progresnya saat ini, apakah ada kemajuan atau kemunduran dengan Korea Utara,” tanya Fadli Zon.
Dijawab oleh Yoo Ki Juni bahwa ketegangan di Semenanjung Korea sedang memuncak. “Ketika kami berada di Sri Lanka sebelum berkunjung ke Indonesia, terjadi peluncuran yang dilakukan Korea Utara. Kami kira itu bukan ICBM tapi rudal yang berkategori ICBM. Oleh karena itu bisa dikatakan ketegangan di Semenanjung Korea sedang memuncak dan banyak orang yang mengkhawatirkannya,” paparnya.
Menurutnya, peluncuran rudal yang diluncurkan Korea Utara ini bukan hal yang baru bagi Korea Selatan dan bagi masyarakat internasional. Peluncuran kali ini, lanjutnya, bisa menjangkau Benua Amerika. Karena jaraknya yang sangat panjang ini, banyak pihak yang sangat mengkhawatirkan.
Ia mengajak Indonesia untuk bersatu dengan masyarakat Internasional untuk menghentikan pengembangan nuklir oleh Korea Utara. “Kondisi saat ini belum waktunya untuk melakukan perlawanan secara militer,” tegasnya.
Anggota delegasi Parlemen Korea Selatan dari Partai Liberal ini mengucapkan terima kasih kepada Indonesia yang telah memberikan perhatian yang sangat besar untuk masalah Semenanjung Korea ini. Bahkan sambungnya, jarak tempuh rudal Korea Utara bisa menjangkau sampai Jakarta. Ia memohon dukungan dan kerjasama Indonesia dan masyarakat internasional untuk menghentikan propokasi yang tidak berarti oleh Korea Utara ini.
Sementara Hong M OOD Jong menyatakan, poros dunia akan berpindah ke Asia. Ia mengharapkan dan meminta dukungan penuh dan perhatian Indonesia terkait masalah ini. “Karena ini bukan masalah Semenanjung Korea saja tetapi masalah internasional,” tegasnya.
Atas jawaban tersebut, Fadli Zon menyatakan bahwa Indonesia bersama Korea Selatan tentunya menginginkan adanya perdamaian di wilayah dan semenanjung kawasan ini, terutama di Asia Tenggara dan Asia pada umumnya.
Politisi Gerindra ini berharap kerjasama yang sudah berjalan antara parlemen kedua Negara maupun kerjasama dengan masyarakat Indonesia dapat terus ditingkatkan. “Dan keinginan kerjasama Korea Selatan dengan ASEAN sangat tepat,” ungkapnya.
Pertemuan kedua delegasi parlemen ini ditutup dengan tukar menukar cindera mata. Dalam kesempatan ini, Fadli memberikan cinderamata Wayang Golek untuk delegasi Parlemen Korea Selatan. (esa)






