Breaking News
Polhukam

Fahri Sayangkan Fitnah Terhadap Dirinya di Manado

×

Fahri Sayangkan Fitnah Terhadap Dirinya di Manado

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM– Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah membantah anggapan dirinya datang ke Manado, Sulawesi Utara terkait dengan pengurus Front Pembela Islam (FPI).

Menurut politisi senior sekaligus deklarator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, isu ini berkembang karena dipanas-panasi dan juga dikembangkan sedemikian rupa. “Bagaimana mungkin melantik FPI. Itu yang dikembangkan di sana,” kata Fahri Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/5).

Malam sebelum kedatangan, kata Fahri. Olly Dondokambey (Gubernur Sulawesi Utara-red) telah mengundang elemen organisasi kepemudaan. Fahri pun diberi kabar, kunjungan tidak ada masalah. “Saya membayangkan akan bisa langsung berdialog dengan teman-teman masyarakat,” ujar Fahri.

Aksi penolakan itu, kata Fahri, bukan dari elemen organisasi kepemudaan. Peserta demo berasal dari semacam Pamswakarsa. Saat turun dari pesawat dan diberi kabar ada demo, Fahri awalnya tidak masalah.

“Saya bilang saya demonstran, santai aja. Kalau diizinkan saya orasi, orasi. Enggak masalah mungkin teman di depan mau dengar saya. Karena saya tamu, saya ikut saja,” kata Fahri.

Hanya saja Fahri menyayangkan adanya fitnah terhadapnya. Dia merasa sebutan dirinya mendukung anti-toleransi adalah tuduhan atau fitnah.
“Saya sayangkan satu, kategori fitnah, menuduh saya anti-toleransi. Saya kira ngawur pikiran itu.

Kalau ada mau berdebat Pancasila dengan saya, lanjut Fahri, ayo berdebat. “Biar kita kuliti pemahaman kita tentang Pancasila masing-masing. Jangan main fitnah, jangan main belakang soal beginian,” terang Fahri.

Seperti diberitakan sejumlah media, Fahri mendapat penolakan dari ribuan orang ketika berkunjung ke Manado. Penolakan terhadap kehadiran Fahri terjadi di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Sabtu (13/5).

Massa menerobos masuk ke landasan pacu pesawat untuk mencari dan menghadang Fahri di Bumi Nyiur Melambai itu. Suasana cukup menegangkan, karena banyak dari masyarakat yang membawa pedang berukuran panjang ketika menerobos pagar betis aparat keamanan untuk masuk mencari Fahri ke dalam bandara. (art)

Komentar