PARLEMENTARIA.COM– Anggota komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil minta Kapolda Sulawesi Utara beserta jajaran mengungkap dalam dibalik penghadangan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah ke Manado akahir pekan lalu.
“Saya sebagai wakil rakyat menyayangkan adanya aksi penolakan terhadap pimpinan DPR RI ke Manado. Fahri datang ke Manado bukan atas nama pribadi melainkan mebawa nama lembaga DPR. Kita berharap aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian mengungkap dalam aksi itu sebab cara tidak beradab itu bukanlah cermin karaker dan budaya masyarakat Sulawesi Utara,” kata Nasir Djamil,” kata Nasir, Senin (15/5).
Dikatakan politisi senior PKS ini, menolak orang datang bukanlah sifat asli warga di sana. Mengingat, para pimpinan daerahnya seperti Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambe maupun Wali Kota setempat menerima dan bahkan menghadiri acara yang dihadiri Fahri. “Saya khawatir jika tidak diselesaikan secara hukum maka fenomena yang sama nanti akan menjalar ke daerah lain.”
Wakil rakyat dari Dapil Aceh itu menilai, pendekatan budaya perlu dilakukan pemerintah dalam kasus ini. Pendekatan adat dan kekeluargaan perlu dilihat juga mengingat semua adalah anak bangsa. “Ikatan tenun kebangsaan dan ke-Indonesia-an harus terus kita rajut,” tutup Nasir.
Seperti diberitakan, Fahri Hamzah mendapat penolakan dari masyarakat ketika berkunjung ke Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (13/5). Ratusan warga terlihat dalam penolakan. Bahkan mereka masuk ke areal parkir pesawat Bandara Sam Ratulangi.
Suasana cukup menegangkan, karena banyak dari masyarakat yang membawa pedang berukuran panjang ketika menerobos pagar betis aparat keamanan untuk masuk mencari Fahri ke dalam bandara. (art)






