Breaking News
Polhukam

Hidayat Nur Wahid: Waspadai!, Isu Radikalisme Ditumpangi Gerakan Anti Agama

×

Hidayat Nur Wahid: Waspadai!, Isu Radikalisme Ditumpangi Gerakan Anti Agama

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengingatkan umat Islam mewaspadai kelompok-kelompok tertentu yang sengaja meniupkan isu radikalisme belakangan ini ditumpangi gerakan anti agama.

Demikian disampaikan Hidayat Nur Wahid saat menerima audiensi DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jakarta yang dipimpin ketuanya M. Huda Praoga, di ruang kerja Wakil Ketua MPR, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen Senayan, Senin (8/5).

Dalam perjalanan sejarah bangsa ini, kata Hidayat, organisasi Islam telah membuktikan menjadi bukti bahwa umat Islam memiliki peran yang besar dalam pembangunan bangsa. Dan itu tidak bisa dihapuskan dalam sejarah bangsa Indonesia.

“Jadi jangan pernah ragu dituduh radikalisme hanya karena kita turut berjuang membangun bangsa dan negara. Karena kegiatan dan perjuangan yang dilakukan sudah ada sejak dulu”, kata politisi PKS itu.

Saat ini kata Hidayat ada kelompok-kelompok tertentu yang sengaja meniupkan isu radikalisme, termasuk dalam pilkada Jakarta. Karena itu umat Islam harus waspada, jangan sampai isu radikalisme itu ditumpangi oleh gerakan lain, seperti anti agama, anti negara, liberalisme, dan atheisme.

“Kita harus pastikan tidak ada yang menumpangi isu radikalisme. Jangan sampai kita sibuk dengan isu radikalisme, tetapi dibelakng itu ada kelompok anti agama, anti negara yang tengah menyusn barisan memperkuat kelompoknya”, kata Hidayat lagi.

Karena itu, dia meminta organisasi mahasiswa muslim harus mampu mencontoh tokoh-tokoh Islam dalam berjuang demi bangsa dan negara., seperti Sutan Syahrir, Moh. Yamin, Hasyim Asyari, dan Raden Kasman Singodimejo telah berkontribusi besar untuk lahir dan berkembangnya Indonesia.

“Mereka istiqamah dalam berjuang, dan tidak mengenal pamrih. Perjuangan tokoh Islam, itu perlu ditiru agar organisasi mahasiswa muslim juga bisa turut menjadi bagian dari sejarah,” kata Hidayat.

Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh IMM agar berkontribusi dalam pembangunan adalah membuat progran kerja yang bisa meningkatkan kualitas mahasiswa pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. “Sebagaimana Muhammadiyah juga telah mewarnai perjuangan Indonesia dengan karya-karya nyatanya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, DPD IMM Jakarta melaporkan hasil-hasil Musda IMM yang dilaksanakan Maret lalu. Kedatangan mereka bertemu Wakil Ketua MPR, salah satunya juga untuk mengundang Hidayat Nur Wahid pada acara pelantikan, dan sosialisasi MPR yang akan dilaksanakan akhir Mei ini. (esa)

Komentar