PARLEMENTARIA.COM– Politisi senior Partai Golkar, Bambang Soesatyo mengaku bahwa narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba) sudah menjadi kejahatan luar biasa yang mengancam anak bangsa. Karena itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) harus berjuang lebih keras lagi untuk memberantasan narkoba di tanah air.
Tantangan yang paling berat dihadapi BNN memberantas masuk dan beredarnya barang haram tersebut adalah menghadapi oknum internal. “Bukan rahasia lagi jika belakangan narkoba juga beredar di dalam Lapas. Barang bukti yang dikentit, ‘diperjualbelikan’ lagi,” kata Bambang, Kamis (13/4).
Selain dari kalangan internal, tantangan BNN juga datang dari oknum Polri. Dia kerap mendapat laporan adanya gesekan BNN dengan Direktorat Narkoba di Polda.
Apalagi, anggaran yang diberikan kepada BNN jauh dari yang diharapkan.
Sebenarnya, BNN sudah melakukan pendekatan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menaikan anggaran BNN. Namun, hingga kini permintaan itu belum terealisasi. “Walaupun demikian, saya berharap, itu tidak lantas mendorong BNN untuk menjual barang bukti yang berhasil diamankan BNN.”
Diakui, laporan oknum menjual barang bukti cukup banyak. Contohnya 770.000 gram sabu yang diungkap BNN tahun lalu, bila dijual per gram Rp 2 juta, sudah mendapatkan uang Rp 1,5 triliun.
Selain itu, pengungkapan 500.000 butir ekstasi, bila sebutir harganya Rp 100.000 maka nilainya mencapai Rp 500 miliar. “Dibanding anggaran BNN, ini memang menguntungkan. Namun kami tidak berharap hal tersebut terjadi,” kata politisi asal Jawa Tengah ini.
Kepala BNN, Budi Waseso mengakui, memang ada semacam ‘saingan’ antara BNN dan Direktorat narkotika Polda dimana ketika lembaga yang dipimpinnya akan melakukan operasi bocor. Begitupun sebaliknya.
Berangkat dari hal itu, Nudi Waseso mencoba untuk membangun sinergitas antara keduanya. Karena pada dasarnya kedua instansi itu memiliki visi dan misi sama, yakni pemberantasan narkoba.
Selain itu, kata Budi Waseso, BNN juga bekerjasama dengan Kemenkum HAm dan dirjen Lembaga Pemasyarakatan terkait pemberantasan narkoba di lapas. Sedangkan mengenai minimnya anggaran BNN, dia berharap dukungan Komisi III DPR meningkatkan anggaran BNN demi maksimalnya kinerja BNN. (art)






