PARLEMENTARIA.COM– Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mengatakan, rakyat adil makmur sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa bakal tercapai kalau saja para pejabat dan seluruh anak bangsa menjalankan nilai-nilai luhur pancasila.
Hal tersebut dikatakan Zulkifli Hasan dalam seminar nasional dalam rangka BPK Goes to Campus dengan tema ‘Peran BPK Dalam Mendukung Akuntabilitas & Tranparansi Keuangan Negara’ di Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (12/4).
Kegiatan diikuti ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (STPD), mahasiswa termasuk dosen UNJ. Sebelumnya rektor Prof Dr Djaali M Pd membuka secara resmi kegiatan tersebut.
Diakui Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, setelah 71 tahun Indonesia merdeka dan 19 tahun reformasi, memang banyak kemajuan yang diperoleh bangsa Indonesia.
Namun, lanjut anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, yang sangat menyedihkan belakangan ini adalah semakin jelasnya kesenjangan sosial diantara masyarakat Indonesia.
Kesenjangan itu sangat nyata dimana yang kaya tambah kaya, sedangkan rakyat miskin bertambah miskin. Buktinya kekayaan yang dimiliki empat orang kaya Indonesia sama dengan 100 juta penduduk Indonesia. “Itu namanya kan tidak adil dan hal tersebut tidak boleh terjadi di negara pancasila,” kata Zulkifli.
Selain kesenjangan, kata politisi senior partai berlambang Matahari Terbit ini, nilai-nilai luhur yang dimiliki pendahulu kita juga semakin memudar. “Itu terlihat jelas. Kalau seseorang bukan kelompok kita, berarti musuh dan harus dihancurkan. Cara itu jauh dari nilai luhur yang kita miliki sebagai negara pancasila. Dan, banyak contoh lainnya tentang memudarnya nilai-nilai luhur itu.”
Padahal, lanjut Zulkifli Hasan, untuk bisa rakyat itu makmur, harus berdaulat yakni berdaulat di bidang politik, ekonomi dan sosial budaya. Kenyataannya di bidang ekonomi, Indonesia tidak berdaulat. Kebutuhan hidup sehari-hari, kata dia, harus diimpor seperti beras, jagung, daging, mentega. “Bahkan garam dan cabe saja harus didatangkan dari luar.”
Faktor lain yang menentukan adalah saling percaya. “Rakyat percaya pemerintah dan sebaliknya. Sepanjang tidak ada saling percaya, kondisinya seperti sekarang ini. Banyak pejabat yang tidak amanah karena tujuan mereka menjadi pejabat negara atau kepala daerah bukan untuk melayani rakyat sebagai pemegang kedaulatan tetapi untuk memperkaya diri dan kelompok. Karena itu, banyak pejabat yang terpaksa pindah kantor ke Kuningan (tahanan KPK-red),” kata Zulkifli.
Kalau anak bangsa ini sudah menjalankan dan mengamalkan pancasila dalam kehidupan sehari-hari, rakyat dan pemerintah saling percaya, tinggal kuasai ilmu pengetahuan untuk bisa memenangkan persaingan dengan asing. “Bangsa yang mampu menguasai ilmu dan teknologie bakal mampu memenangkan persaingan yang semakin ketat ke depan,” jelas dia.
Singapura, kata Zulkifli, tidak memiliki lahan pertanian, hutan, Sumber Daya Alam seperti tambang. Namun, negara itu maju karena selain rakyat dan pemerintah saling percaya juga akibat mereka mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologie. “Indonesia jauh lebih mamur dari mereka, bangsa ini mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologie. Apalagi, Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah,” demikian Zulkifli Hasan. (art)






