PARLEMENTARIA.COM – Setelah melalui proses fit and peroper test (uji kelayakan dan kepatutan), Komisi II DPR meloloskan 7 calon anggota atau komisioner KPU dan 5 calon komisiner Bawaslu.
Ketujuh calon anggota KPU terpilih sebagimana hasil voting Komisi II yang berlangsung sampai Rabu (05/04/2017), dini hari tersebut, adalah Pramono Ubaid Tanthowi (55 suara), Wahyu Setiawan (55 suara), Hasyim Asyari (54 suara), Ilham Saputra (54 suara), Viryan (52 suara), Evi Novida (48 suara), dan Arief Budiman (30 suara).
Dari ketujuh calon yang lolos tersebut, dua orang diantaranya anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode lalu yang akan berakhir masa jabatannya tanggal 15 April nanti. Kedua nama tersebut adalah Hasyim Asyari dan Arief Budiman.
Sedangkan 5 nama calon anggota Bawaslu terpilih berdasarkan voting yakni, Ratna Dewi Pettalolo (54 suara), Mochamad Afifuddin (52 suara), Rahmat Bagja (51 suara), Abhan (34 suara), dan Fritz Edward Siregar (33 suara).
Ketua Komisi II DPR RI Zainudin Amali mengatakan hasil ini diserahkan kepada Bamus DPR pada Rabu 5 April 2017 pukul 12.00 WIB untuk selanjutnya ditindaklanjuti pada pengambilan keputusan di Rapat Paripurna pada 6 April 2017.
“Proses uji kelayakan dan kepatutan telah dilakukan sebagaimana aturan dan prosedur dalam UU No 15 Tahun 2011. Tinggal kita melaporkan ke Bamus dan mudah-mudahan akan dilaporkan resmi di Rapat Paripurna tanggal 6 April,” jelas Amali.
“Hasil ini yang akan dilaporkan ke Bamus nanti jam 12 siang. Dengan demikian proses uji kelayakan dan kepatutan calon anggota KPU dan Bawaslu di Komisi II yang berlangsung sejak senin kemarin hingga rabu dini hari telah menghasilkan nama-nama sebagaimana yang ada,” sambung Politisi Golkar ini.
Zainudin Amali pun mengharapkan keputusan Komisi II ini akan memberikan manfaat dan sumbangsih terhadap proses berjalannya demokrasi di Indonesia. “Mudah-mudahan keputusan ini adalah keputusan terbaik yang diambil dan menjadi sumbangsih Komisi II pada perjalanan pemilu mulai sejak pilkada 2018 dan pemilu 2019. Semoga akan membawa perubahan yang lebih baik dan kebaikan bangsa negara kita,” terang Amali. (chan)






