PARLEMENTARIA.COM – Ketua Parlemen Bahrain (Speaker of the Council of Representatives of Bahrain), H.E. Mr. Ahmed bin Ibrahim Rashed Almulla bertemu Ketua DPR RI Setya Novanto, di Gedung DPR, Kamis (30/3/2017).
Dalam kunjungan tersebut, DPR RI dan Parlemen Bahrain sepakat menandatangani MoU untuk saling meningkatkan kerjasama di berbagai bidang.
“DPR mendukung penuh berbagai upaya peningkatan kerja sama bilateral kedua negara, baik itu terkait bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya,” kata Ketua DPR Setya Novanto usai pertemuan.
“Saya mengucapkan terimakasih atas rencana dukungan Bahrain kepada Indonesia untuk menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019 – 2020,” ulasnya.
Di bidang politik, sebagai sesama negara muslim, Indonesia dan Bahrain, melalui forum-forum internasional, termasuk forum antarparlemen, terus bekerja sama mempromosikan perdamaian di berbagai kawasan dunia, khususnya di Timur Tengah.
Masalah terorisme dan gerakan kelompok radikal yang mengatasnamakan Islam, seperti ISIS, juga harus menjadi perhatian kita bersama. Indonesia dan Bahrain, bersama masyarakat internasional lainnya, akan terus bekerjasama mengatasi masalah tersebut.
Untuk kerja sama di bidang ekonomi, nilai perdagangan kedua negara pada tahun 2015 mencapai 76,156 juta US dollar. Tahun 2016 meningkat 101,411 juta US dollar. NIlai ini akan terus meningkat di tahun mendatang.
“Indonesia mendorong pengusaha Bahrain untuk berinvestasi di Indonesia. Kerja sama sosial dan budaya juga akan ditingkatkan, terutama melalui aktivitas people to people contact, agar masyarakat kedua negara bisa lebih saling mengenal satu sama lain,” jelas Novanto.
Terkait banyaknya tenaga kerja Indonesia di Bahrain, Novanto menyampaikan kepada Ketua Parlemen Bahrain untuk membantu memberikan perlindungan dan hal lain yang diperlukan.
H.E. Mr. Ahmed bin Ibrahim Rashed Almulla, menyampaikan ungkapan terimakasih kepada warga Indonesia di Bahrain yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu proses pembangunan di Bahrain.
“Beliau menyampaikan bahwa Parlemen Bahrain memiliki komitmen yang kuat untuk melindungi hak-hak pekerja migran, termasuk pekerja dari Indonesia,” katanya.
Bahrain sudah membentuk pusat pelayanan untuk membantu para pekerja tenaga asing. Selain itu, Parlemen Bahrain juga membuka diri bagi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk bekerjasama dan melakukan koordinasi melindungi tenaga kerja Indonesia disana. (chan)






