Breaking News
Polhukam

KH Lora: Kini Paham Wahabi Berkembang Luas di Jakarta

×

KH Lora: Kini Paham Wahabi Berkembang Luas di Jakarta

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM – KH Lora Fathur Rozi Zubar menilai bahwa saat ini paham garis keras dan wahabi sudah berkembang luas di DKI Jakarta.

“Bagaimana masjid yang dulunya dikuasai dan menjadi tempat ibadah bagi nahdliyin maupun Muhammadiyah, kini dikuasai oleh kaum wahabi dan Islam garis keras,” tegasnya seperti dikutip Antara, Minggu (26/03/2017).

Hal tersebut ditegaskannya dalam Silaturahmi Kebangsaan bersama Para Khatib dan Simpul Masyarakat Madura se-DKI yang dihadir calon wakil gubernur DKI Jakarta Nomor urut 2 Jakarta Djarot Syaiful Hidayat.

“Sekarang kita harus buka. Biar semua warga nahdliyin bisa masuk masjid dan ibadah di semua masjid. Biar masjid bisa dipakai untuk menyampaikan Islam rahmatan lil alamiin dan Islam Nusantara dan bisa menyatu dengan akar budaya Indonesia,” ulasnya.

KH Jaelani AB juga mengatakan bahwa NU tidak berpolitik dan lahir sebagai antitesa wahabi. Oleh sebab itu, Pemprov DKI akan bekerja sama dengan NU serta Muhammadiyah memakmurkan masjid sekaligus membangun pembinaan agama bagi masyarakat, dan marbot masjid akan diberangkatkan naik haji atau umroh.

Pada Kesempatan yang sama, Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri sangat memberi perhatian dan memiliki kedekatan yg kuat dengan ulama NU, dan juga masyarakat Madura yang hampir semuanya adalah nahdliyin.

“Ibu Mega membela semua umat. PDI-P sangat dekat dengan umat Islam. PDI Perjuangan memiliki Baitul Muslimin dengan visinya mewujudkan Islam Nusantara yang berkemajuan untuk Indonesia Raya. Sayap Partai tersebut bertugas membangun persaudaraan dengan organisasi muslim,” ujar Hasto.

Sedangkan Djarot Syaiful Hidayat menegaskan bahwa Islam yang rahmatan lilalamin (rahmat dan kesejahteraan bagi semua umat) harus dikuatkan di Ibu Kota Jakarta.

“Islam itu sejuk penuh kasih sayang, merangkul bukan memukul. Ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathoniah adalah ciri ajaran dari Rasulullah yang ditanamkan kepada saya dari kecil. Juga ukhuwah basariah terhadap sesama karena kita manusia,” ujar Djarot

Silaturrahmi Kebangsaan ini dihadiri, Pakar Ekonomi Imam Sugema, Tokoh Agama KH Lora Fathurt Zubair Mononthazor yang merupakan cicit pendiri NU KH Kholil Bangkalan, dan sejumlah tokoh masyarakat Madura.

Kegiatan ini juga diikuti 40 kiai dari Forum Khotib seperti KH Jaelani AB, KH Achamad Muntaha, KH Sahal, dan 65 perwakilan Simpul Madura se-DKI Jakarta. (anta/esa)

Komentar