PARLEMENTARIA.COM– Acara ‘Wakil Rakyat Bicara Buku’ yang digelar Perputakaan MPR RI mendapat pujian termasuk oleh Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW).
Menurut politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, acara seperti ini harus menjadi tradisi dan perlu dilanjutkan. “Kegiatan ini harus ditingkatkan. Jangan seminggu sekali, harus setiap hari,” kata HNW saat menjadi pembicara utama dalam acara yang digelar di Gedung Perpustakaan MPR RI Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (23/3).
Dikatakan, setiap saat wakil rakyat harus membaca buku serta perlu mendapat informasi dan data. “Dengan banyaknya informasi, para wakil rakyat itu bisa mengkoreksi hal-hal yang tidak benar,” tambah dia.
Pada kesempatan tersebut, dibedah buku karya Abah Rama Royani berjudul ‘Talents Mapping’. Menurut HNW, buku ini sangat menarik. “Pantas mendapat apresiasi dan pantas pula dibedah di sini.”
Menurut dia, buku Talents Mapping ini tidak hanya cocok dijadikan panduan bagi politisi termasuk para wakil rakyat. Buku ini juga perlu menjadi pegangan rakyat.
“Dalam konteks demokrasi, untuk mendapat wakil rakyat yang berkualitas tentu perlu suasana rakyat berkualitas pula. Dia mengandaikan, bila rakyat suka dangdut, pemimpin yang lahir adalah pemimpin dangdut. Demikian pula bila rakyat suka music rock, pemimimpin juga harus suka rock. “Bila rakyat suka korupsi maka akan lahir pemimpin yang korup.”
Karena itu, untuk itu bila mencari pemimpin atau wakil rakyat, kita harus bicara lebih dulu soal rakyat. Dari rakyat muncul pemimpin. “Dalam hal ini partai politik perlu diberi pencerahan sehingga memilih pemimpin berkualitas. “Dalam memilih pemimpin alternatifnya harus baik dan lebih baik, bukan baik atau buruk.”
Karena itu, sejak awal kita perlu melakukan ‘talents mapping’ sehingga calon-calon yang dimunculkan sesuai ‘talents’-nya. Di DPR itu segala masalah bangsa dan negara diurus. Banyaknya urusan itu membuat tidak mungkin satu orang mempunyai ‘talents’. “Tidak mungkin seseorang mempunyai banyak ‘talents’.”
Dengan ‘talents’ yang ada, seseorang bisa ditempatkan di komisi yang sesuai dengan ‘talents’. Ïni sangat penting sehingga parpol bisa mempersiapkan seseorang. “Dengan ‘talents mapping’, kita bisa menemukan politisi sekaligus negarawan,” demikian Hidayat Nur Wahid (art)






