Breaking News
Polhukam

Publik Nilai Kebijakan Ekonomi Jokowi Pro China

×

Publik Nilai Kebijakan Ekonomi Jokowi Pro China

Sebarkan artikel ini
Presiden Joko Widodo memaparkan sejumlah pencapaian dan rencana program kerja saat wawancara khusus dengan LKBN Antara jelang Peringatan Hari Kemerdekaan ke-70 Republik Indonesia di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8). Presiden juga memaparkan sejumlah permasalahan antara lain bidang ekonomi, sosial, politik, pembangunan, pendidikan, daerah perbatasan hingga kemaritiman. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/Spt/15

PARLEMENTARIA.COM – Kebijakan ekonomi Presiden Jokowi dinilai publik pro Tiongkok, China. Demikian hasil survei Indo Barometer yang dipublikasikan, di Jakarta, Rabu (22/03/2017).

Kegagalan lainnya Pemerintahan Jokowi seperti disampaikan Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari, yaitu pemimpin pemimpin boneka, harga kebutuhan pokok belum stabil, pelayanan kesehatan buruk, stabilitas politik, keterbatasan lapangan pekerjaan, penegakan hukum tidak netral, kasus SARA, dan kualitas pendidikan.

Sedangkan keberhasilan Pemerintahan Jokowi berdasarkan survei Indo Baromter itu antara lain program pembangunan yang meningkat, pelayanan pendidikan lebih baik, Kartu Indonesia Sehat, infrastruktur jalan lebih baik, kestabilan harga di daerah terpencil, kebijakan tol laut, pemberantasan korupsi, eksekusi mati pengedar narkoba dan hubungan dengan Arab Saudi.

Namun dari hasil survei nasional lembaga penelitian Indo Barometer itu terkait evaluasi dua setengah tahun pemerintahan Jokowi menunjukkan adanya kepuasan dari mayoritas publik terhadap kinerja Presiden. “Mayoritas publik puas terhadap kinerja Presiden Jokowi,” ujar M. Qodari

Survei Indo Barometer dilakukan di 34 Provinsi pada tanggal 4-14 Maret 2017 dengan jumlah responden 1.200 orang dengan margin error sebesar kurang lebih 3,0 persen.

Menurut Qodari, sebanyak 66,4 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo, sedangkan 32 persen menyatakan tidak puas dan 1,6 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Berdasarkan pertanyaan yang dilontarkan, mayoritas responden yang menyatakan puas terhadap kinerja Jokowi menyatakan akan kembali memilih Jokowi dalam Pilpres 2019. Sedangkan yang tidak puas menyatakan memilih Prabowo Subianto.

Tingkat keyakinan publik terhadap kemampuan Presiden Jokowi dalam memimpin Indonesia ke depan yang lebih baik sebesar 69,2 persen, publik yang merasa tidak yakin sebesar 27,0 persen, dan yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 3,7 persen.

“Mayoritas publik atau 82 persen menyatakan bahwa negara sedang bergerak ke arah yang benar, sebanyak 5,2 persen masih berpendapat bergerak ke arah yang salah, dan 12,8 persen tidak tahu atau tidak jawab,” ujarnya. (esa)

Komentar