Breaking News
Polhukam

Ingin Jadikan Marinir Indonesia Berkelas Dunia, KSAL Tambah Alutsista

×

Ingin Jadikan Marinir Indonesia Berkelas Dunia, KSAL Tambah Alutsista

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM– Untuk menjadikan Korps Marinir berkelas dunia, TNI AL akan terus memodernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) melalui kebijakan Minimum Essential Force (MEF).

“Untuk melengkapi Korps Marinir memiliki postur sebagai marinir yang betul-betul kelas dunia, maka pengadaan kendaraan tempur akan terus ditambah,” kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta SeIatan, Kamis (16/3).

Dikatakan, ada beberapa alutsista yang akan diperbarui di antaranya, mengganti kendaraan tempur tank PT76 buatan 1960 yang sudah tua dengan BMP-3F.

“Tahun ini akan masuk 30 unit. Kita juga akan lengkapi dengan kapal pengangkut kendaraan artileri BTR. Karena BTR kita sebagian di Lebanon, dari 11 unit baru datang empat unit yang datang.”

Ade mengajak Dankormar ikut memantau kondisi alutsista yang ada dan yang baru masuk sehingga, alutsista itu betul-betul memenuhi kebutuhan marinir sesuai fungsinya sebagai pasukan pendarat untuk proyeksi kekuatan dari laut.

Tidak hanya itu, melalui validasi organisasi, TNI AL akan menajamkan proyeksi tiga armada, dimana saat ini baru memiliki dua armada, yakni Armatim di Surabaya dan Armabar di Jakarta.

Dengan penambahan satu armada yang rencananya berada di Papua, maka kekuatan Marinir akan bertambah, dari 2 Divisi Pasmar menjadi 3 Divisi Pasmar.

Nantinya, kata Ade, setiap Lantamal Kelas A diproyeksikan memiliki kekuatan 1 batalyon marinir untuk membantu pertahanan pangkalan.

“Lanal tipe B akan diisi satu kompi Marinir plus, Lanal tipe C diisi satu kompi Marinir minus sehingga, kekuatan Marinir tersebar di seluruh Indonesia dan ikut mempercepat pembangunan wilayah,” jelas dia.

Marinir yang terlibat di pangkalan mengemban tugas pertahanan pantai. Karena itu kelengkapan alutsista untuk pertahanan pantai akan dilengkapi artileri medan (Armed), radar pantai, termasuk menghadapi perang elektronika dan cyber. (art)

Komentar