PARLEMENTARIA.COM– Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang berpasangan dengan Sandiaga Uno mengajak semua pihak, terutama para pendukungnya untuk menjaga persatuan dengan tidak saling mengancam dan melaksanakan hak dan kewajiban secara baik.
“Aksi mengancam bisa menghasilkan reaksi berupa ancaman pula. Itu bisa membuat suasana menjadi semakin tidak sehat,” kata Anies melalui siaran pers dari Anies-Sandi Media Center yang diterima Indokini,co, Minggu (12/3).
Salah satu bentuk ancaman yang sempat muncul antara lain penghentian program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan program-program yang sudah berjalan selama ini.
Selain itu, ada pula berita ancaman penolakan sholat jenazah terhadap warga Muslim yang tidak memilih calon gubernur Muslim.
“Semua ini harus segera dihentikan. Ancaman telah membuat warga memberikan suara dengan tidak murni. Mereka memberi suara karena rasa takut. Memilih bukan karena takut, tapi harapan akan adanya perubahan,” kata Anies.
Menurut dia, partai politik pengusung dan relawan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno tidak pernah membuat spanduk dan menganjurkan ancaman seperti itu.
Dikatakan, kehidupan Jakarta tetap akan berlangsung setelah putaran kedua Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 19 April nanti. Karena itu, persahabatan, persaudaraan, pertetanggan dan kerja sama harus terus berlanjut.
Putaran kedua Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 diikuti dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, yaitu Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Sedangkan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (AHY-Sylvi yang mendududiki posisi ketiga pada putaran pertama tidak ikut ke putaran kedua. (art)






