Breaking News
Daerah

Wisatawan Dilarang Turun, Pemadu Wisata Pulau Komodo Kecewa

×

Wisatawan Dilarang Turun, Pemadu Wisata Pulau Komodo Kecewa

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM– Pulau Komodo menjadi daya tarik buat para wisatawan. Bagaimana tidak. Di pulau ini dan satu-satunya di dunia, terdapat binatang purbakala yakni komodo.

Cukup banyak wisatawan termasuk dari manca negara yang berwisata ke daerah ini. Umumnya mereka datang menggunakan kapal pesiar. Mereka dapat melihat binatang purbakala yang dikenal buas tersebuit.

Dikutip dari www.cleancruising.com.au, tahun ini saja, Pulau Komodo sudah terjadwal 4 kali kunjungan kapal pesiar membawa wisatawan asing ke salah satu dari puluhan daerah tujuan wisata di Indonesia.

Kehadiran mereka diharapkan mampu merangsang peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal baik yang tinggal di Pulau Komodo maupun yang tinggal di Labuan Bajo dan sekitarnya.

Para pelaku pariwisata baik operator wisata lokal maupun pemandu wisata lokal menyambut baik kedatangan kapal pesiar ini.

Ditengah kegembiraan ini, muncul berita di media sosial dimana penumpang kapal pesiar yang melakukan pemesanan melalui operator wisata lokal tidak akan diizinkan turun ke Pulau Komodo. Mereka hanya diizinkan turun dan melakulan wisata jika melalui perusahaan yang sudah bekerja sama dengan kapal pesiar.

Menurut Rikard dari salah satu operator lokal di Labuan Bajo, kabar ini membuat sejumlah wisatawan yang sudah booking dengan perusahaannya mendadak batal.

“Kami merasa aneh saja, kenapa hanya dari P&O saja mengeluarkan larangan sedangkan kapal pesiar lainnya tidak mengeluarkan larangan tersebut. Kami juga kecewa dengan larangan tersebut.” cerita Rikard seperti berita yang didapat Parlementaria.co, Rabu (8/3).

Perusahaan berpusat di Australia yang mengelolah beberapa kapal pesiar seperti Pacific Dawn, Pacific Pearl dan beberapa lagi.

Lebih lanjut Rikard menceritakan, pada bulan Februari, sejumlah wisatawan mendadak batal melakukan wisata bersama beberapa operator wisata lokal.

“Ada sejumlah wisatawan yang membatalkan perjalanan wisata mereka ke Pulau Komodo bersama beberapa operator lokal. Mereka tidak ingin kehilangan kesempatan untuk melihat Komodo hanya karena melakukan booking dengan kami,” kata Rikard. (art)

Komentar