Breaking News
Polhukam

MPR: Islam Tidak Anti Demokrasi

×

MPR: Islam Tidak Anti Demokrasi

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM– Kedatangan Raja Salman Bin Abdulaziz Al Saud dari Saudi Arabia ke Indonesia termasuk melakukan pertemuan dengan anggota Parlemen Indonesia dan petinggi negara di Gedung MPR, DPR dan DPD RI Senayan, Jakarta, Kamis (2/3) sebagai isyarat atau bukti bahwa Islam tidak seperti yang dituduhkan beberapa kelompok tertentu selama ini.

Itu disampaikan Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid di hadapan ratusan peserta penutupan Lokakarya, Konsolidasi dan Kaderisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Gedung Pertemuan Wisma Tanah Air Kementerian Sosial (Kemensos) Jumat (3/3) petang.

Menurut politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, Islam selama ini sering diposisikan sebagai kelompok antidemokrasi, radikalisme, terorisme, dan tuduhan buruk lainnya.

“Kedatangan Raja Salman ke parlemen membantah semua tuduhan tersebut. Bahkan Islam juga menjadi korban dari tindakan teroris dan radikal yang dilakukan kelompok-kelompok yang tidak bertanggungjawab. Mereka itu mengatas namakan agama Islam dalam melakukan aksinya. Padahal, adama Islam itu datang membawa kedamaian buat seluruh umat,” kata dia.

Lebih jauh dikatakan, langkah yang dilakukan raja Salman itu juga pernah dilakukan oleh Raja Arab lainnya, yakni Raja Faizal hampir setengah abad lalu, ketika Orde Baru mulai berkuasa.

Raja Faizal juga berkunjung ke parlemen. Bukti lain Arab Saudi tidak antidemokrasi adalah, negara itu menjadi anggota berbagai organisasi dunia seperti PBB, OKI, OPEC, dan lain sebagainya. Kondisi kala itu tidak berbeda jauh dengan yang ada sekarang. “Fitnah kepada ummat Islam menjadi tidak benar,” demikian Hidayat Nur Wahid. (art)

Komentar