Breaking News
Polhukam

EE Mangindaan: Hoax Jangan Sampai Pecah-belah Indonesia

×

EE Mangindaan: Hoax Jangan Sampai Pecah-belah Indonesia

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Wakil Ketua MPR RI, EE Mangindaan mengatakan, untuk menjadi bangsa yang maju, kita harus berpegang pada jadi diri kita.

Itu dikatakan wakil rakyat dari Fraksi Partai Demokrat (PD) ini saat menjadi pembicara pada Talkshow Idonesia Bergerak bertema ‘Satu Impian, Satu Tujuan’ yang diselenggarakan Pemuda Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Paulus Menteng, Jakarta Pusat, akhir pekan ini.

Selain EE Mangindaan, juga tampil sebagai pembicata Barry Likumahua (artis musik) dan Melani Subono (aktivis&seniwati), Mario Gerungan (atlet basket) dengan moderator, Timoti Marbun (presenter Kompas TV).
Ketua Dewan Pembina PD itu dalam paparannya menyinggung soal tema dari talkshow ini ‘Satu Impian, Satu tujuan, Indonesia Bergerak’ dengan mengartikan impian itu ada asa, harapan, dengan tujuan Indonesia yang lebih maju. “Jati diri pertama adalah idelogi Pancasila. Pegang teguh itu dan jangan pakai ideologi lain.”

Selain idelogi Pancasila, kata wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Utara ini, kita juga mempunyai landasan konstitusi yaitu UUD NRI Tahun 1945. Ini menjadi pedoman membangun bangsa.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan itu sudah final. Dari Sabang hingga Merauke sudah bersatu. Bhinneka Tunggal Ika. Bangsa yang besar menghormati kemajemukan.

“Tidak boleh ada sekat-sekat di antara kita. Satu untuk semua, semua untuk satu. Saya kira itu yang paling penting untuk kita dalam membangun bangsa ini. Marilah kita pelihara jati diri ini maka kita akan maju,” kata Ketua Komisi II DPR RI 2004

Dalam talkshow yang berlangsung sekitar 45 menit tersebut, wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Utara itu mengatakan, membangun bangsa ini tidaklah mudah. “Ada banyak godaan dan tantangan yang dihadapi, baik internal maupun eksternal atau global.

Salah satu tantangan internal yang kita hadapi adalah nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya belum dijadikan etik moral dalam berbangsa dan bernegara, sehingga banyak terjadi pelanggaran hukum.

Karena itu, Mangindaan juga mengingat bahwa akhir-akhir ini kita menghadapi tantangan yakni menyebarnya berita-berita hoak. “Hendaknya kita jangan sampai terpecah belah-belah gara-gara hoak ini,” harap Mangindaan.

Tapi, manurut Mangindaan, dalam menghadapi berbagai tantangan itu kita tidak perlu takut. Dan, semua tantangan itu harus kita atasi dengan memberikan pemahaman Empat Pilar MPR, yang oleh MPR selama ini terus meneruskan disosialisasikan.

Untuk itu, Mangindaan menawarkan kepada generasi muda GPIB Paulus, MPR beserta Tim Sosialisasi Empat Pilar, bila diinginkan, akan datang untuk menjelaskan apa itu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal. (art)

Komentar